Monday, April 9, 2012

Senandung Anak Kapal : Mengenang Rani

15 comments :
gambar dari google
mengenang Rani.,. dalam hamparan kertas-kertas putih…
atas coretan-coretan kelam kisah menyusur setapak
membekas jejak pasir bergeliat… menyisiri angin..


mengenang Rani…
pernah kau berkata, wahai anak kapal…
cintai laut ini, bagai bersemayam dalam rahim ibumu


mengenang Rani…
mengenang kilauan ombak hamparan mutiara
mengenang jentikan butiran pasir
mengenang cemara


mengenang… kisah saat kau masih berdiri di bawah biduk…
wahai anak kapal… kelam.. dan legam…
isak yang naïf…
bersenandung pada petikan gitar senar tiga
luka masih menganga…
dan bertanya… adakah aku benar-benar anak kapal kawan?
Sedang pelayaran tak jua berpihak kepadaku…
Dan malam tak jua membalas cintaku…


Mengenang Rani…
mengenang rambut kasar berkutu bau berketombe…
dan bertanya… adakah malam kan punya jendela?
agar kusampaikan salam seorang teman untuknya (sayang… kau pun tak menatap bulan malam ini)
biar kutitip saja rindu Rani pada angin malam…


mengenang Rani…
mengenang seribu mimpi yang terangkum pada senandung-senandung batu karang…
namun pecah oleh ombak…
dan bertanya… adakah aku benar-benar anak kapal kawan? (sedang ombak tak
menjawab mimpiku)

cerita tak kunjung usai
sedang bintang tak terlihat lagi…
kau tetap saja dengan senandung gitar senar tiga..
ah.. aku lupa… sudah jadi dua rupanya…
dan bertanya… adakah benar yang kau bilang kawan? Tentang laut yang menyukaiku?
(sedang laut tak mau menatap wajahku)


Ah.. Rani…
Seandainya hati punya tangga…
Ingin kudaki menuju hatimu…
Membawakan bulan merah jambu…
Dan menobatkan mahkota di kepalamu…
Rani…si Anak Kapal…
Dan… laut sangat mencintaimu…
Memilihmu karam… bersemayam… menjadi buih-buih…

dan tika senja…matahari merah merona…dan rinai pun berpihak kepadaku…
senandungmu masih saja ada…memaksaku untuk kembali mengenangmu…
andai kau masih disini… kan ku katakan padamu…seperti apa yang kau mau…
bahwa aku mencintai laut ini, ombak ini, karang ini, pasir ini, sama sepertimu, walaupun tak ada mahkota anak laut dikepalaku…sampai kapanpun…deburan ini… menoreh kan kisah tak berujung… tentang anak kapal yang tak berhenti bersenandung…







"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain".

15 comments :

  1. mengenang rani... masihkah dia berada? walaupun tak ada, sosoknya akan tetap bersenandung di atas hati merah jambu ^^ sosok yang berharga

    ---------------
    sudah terdaftar ya chika :)
    terima kasih atas partisipasinya ya!

    ReplyDelete
  2. selamat pagi chika...?

    sepertinya puisi ini pernah aku baca di blog ini sblmnya, benar gak ya ?

    sukses untuk GA nya ya :)

    ReplyDelete
  3. Rani, anak kapal, dan laut ... ehms sepertinya kisah ini pernah Ning Chika tulis dalam bentuk cerita, tapi entahlah saya juga lupa.
    Tapi tulisan ini memberikan gambaran yang lebih puitis dan bermakna. Sapa dulu donk penulisanya hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pak ies, ada beberapa puisi tentang rani dan juga ceritanya^^

      Delete
  4. "Mengenang Rani…
    mengenang rambut kasar berkutu bau berketombe…"
    wah kasian rani, ia tidak bisa jadi iklan sampoo... namun satu yang ingin kukatakan
    "bahwa aku mencintai laut ini, ombak ini, karang ini, pasir ini, sama sepertimu, walaupun tak ada mahkota anak laut dikepalaku…sampai kapanpun…deburan ini… menoreh kan kisah tak berujung… tentang anak kapal yang tak berhenti bersenandung…"

    ReplyDelete
  5. Rani,rajin bersih2 ya supaya gak kotor :) semoga sukses ya Chika

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehee... iya kudu sering mandi mba :D

      Delete
  6. bagus banget tulisannya, mengharu biru , sukses GA nya yah.....

    ReplyDelete
  7. Rani? Jadi inget lagunya Sheila on 7 :p

    ReplyDelete