Saturday, April 21, 2012

Raga, aku Rindu

14 comments :
izinkan aku merinduimu
untuk segenap rinai bersenandung sendu bagai melodi tanpa nada

tergetar bisu
senyap mengumbar lara perlahan tak ada wajah selain -bayangmu, Raga


sajak lebih tak indah jika irama mu saja yang berputar tak hilang
tega saja rintik datang, menyemai putik getar -
                                                                           tak pernah kuinginkan
namun
           aku terdiam

hei!
       mimpi pelangi bernostalgia untuk sekedar harum pasir basah
kepiting kecil berlari kecil menggelitik,
        benarkah Raga!

kusaksikan saja Raga mu dari bayang
       kunikmati saja
 angin belai rambut halus tak sanggup gapai


Izinkan aku merindumu Raga,
saat sunyi berdentang
                                 pada mega yang tak lagi terang
                                                                                dan sayup hujan membawaku terbang

untuk sekedar merindu bayang




~Chika Rei : 210412 : Saat sayup hujan membuatmu merindu

Friday, April 20, 2012

De' Exam Mission

29 comments :


De’ Exam Mission

“Gimana ya! Sudah diundang semua.” Diaz memperbaiki letak kacamatanya lalu memperhatikan kertas daftar undangan yang telah disusunnya degan begitu rapi. Surya, lelaki jangkung yang sekarang berada dihadapannya tersenyum pasti, lalu menepuk pundak Diaz perlahan.
“Sipp bos! Ini perjuangan hidup mati, Elvioleto dan semua penghuni Cendana harus hidup tentunya… hihiii…” Surya cengengesan memperlihatkan gigi putihnya yang berjajar rapi. Sedang Diaz menghela nafas panjang, memperhatikan awan yang berarak seperti bangau sedang berenang. Pikirannya terfokus pada satu tujuan. Kebahagiaan penghuni cendana.
***
Kelas yang dinamai Elvioleto itu kini hening, mata mereka tertuju pada Diaz ketua Kelas yang sedari tadi hanya diam, menghela nafas, begitu saja.
“Hello Diaz… are you ok!” Dinda menggoyang-goyangkan telapak tangannya di depan Diaz.
“Hm… nggak juga Din, baiklah… apakah semua sudah siap!” Diaz berdiri tegap dengan semangat.
“Huuu…..dari tadi donk!!” Seisi kelas bersorak.
“Sebenarnya ini berat, tapi saya cuma ingin seiisi Cendana ini berhasil. Walau cara yang kita gunakan.. hmm… sedikit melenceng hihii…” Diaz tertawa terpaksa.
“Aii.. tak perlu lah kau pikirkan melenceng atau tidak, aku pun tak sanggup menghapal buku sebanyak itu! Kita serahkan saja pada juara-juara untuk menghapal. Masa tidak mau bantu teman-temannya sesekali saja.” Satria dengan logat batak nya yang kental mengajukan pendapat.
“Tapi… ini sedikit tidak adil, kita harus minta persetujuan kepada orang-orang yang akan diminta jasanya, termasuk Elvioleto semuanya harus setuju. Tidak ada yang melakukannya dengan terpaksa.” Ungkap Diaz bijak.
“Ya tinggal kau tanyakan sajalah…”
“Hmm… baiklah.. apa ada yang keberatan?” Seisi kelas hening sesaat, namun tiba-tiba, salah satu penghuni elvioleto berdiri dengan gugup. Risma, menunduk lesu. Gadis berjilbab itu terbata-bata hendak mengutarakan pendapatnya.
“Maaf Diaz, sebelumnya… daripada Risma melakukan nya dengan terpaksa, lebih baik diutarakan sekarang. Apakah tidak lebih baik kita mencoba cara yang baik, daripada meniatkan hal seperti ini, Risma takut malah nanti ini nggak diridhoi, bukannya nilai kita bagus, malah dapat celaka.” Mata Risma berbinar, berharap teman sekelasnya mengerti.
“Iya saya tahu, tapi tidak semua teman kita punya kemampuan baik sepertimu Ma, apa tidak bisa sekali ini saja.” Rayu diaz memohon.
“Maaf ya, Risma tetap dalam pendirian. Bukankah ujian masih dua bulan lagi, kenapa kita tidak membentuk kelompok belajar saja, bukannya merencanakan hal negative kayak gini. Ya sudah, kalau nantinya Risma dimusuhi karena ini, tapi Risma tak akan ikut andil kalau rencananya seperti ini.” Risma meninggalkan kelas dengan mata berbinar. Pikirannya campur aduk.
Diaz semakin serba salah, di satu sisi memang hati kecilnya menentang rencana aneh ini, tapi disatu sisi jiwa sosialnya yang tinggi membuatnya harus menjadi komandan rencana ini.
“Ya udah, kalau memang Risma nya nggak mau, kita tetap jalan. Yang mau saja…” Dinda  menggerutu.
“Baiklah… tak usah diperpanjang, saya akan menjelaskan rencana yang sudah disusun oleh semua ketua kelas baik dari IPA maupun IPS, dan sebelum saya jelaskan, saya harap semua mengunci rapat-rapat mulut untuk masalah ini, pihak guru dan pengawas jangan sampai ada yang tahu. Dan Misi ini kita namakan, De’Exam Mission. Hahaa…” Diaz tertawa menirukan gaya pahlawan bertopeng yang mengundang tawa seluruh penghuni Elvioleto.
***
Setelah rapat besar seluruh kelas. Penghuni Cendana terpecah. Ini melebihi demo yang biasa dilakukan mahasiswa. Jika demo hanya ada dua masa pro dan kontra. Cendana sekarang terpecah menjadi 3 kubu. Kubu Pro (Diaz dan kawan-kawan), Kubu Kontra (Risma dan kawan-kawan), dan Kubu Cuek-Cuek Sajalah (Bejo dan kawan-kawan).
“Mau nyontek, mau ngepek… mau belajar.. nilai kita ya tetap seperti itulah… sudah ditakdirkan jadi orang pintar itu susah.” Bejo membelai jambulnya yang mengkilat. Semua orang disekitarnya diam menahan sakit perut mendengar perkataan Bejo yang nauzubillah  sombongnya.
Sedang Risma dan kawan-kawan yang jumlahnya tak lebih dari 10, setiap hari berkumpul di mushola Ramadhan. Menuliskan pelajaran-pelajaran penting dan mereka pelajari bersama. “Tenang saja teman-teman, InsyaAllah kita akan dimudahkan asal berusaha dan berdoa dengan maksimal.” Risma tersenyum pasti, yakin akan keyakinan dan pendiriannya.
***
H-3 De’Exam Mission
“Bah!! Kenapa perutku jadi mules ya akhir-akhir ini.” Sudah hampir satu minggu, Satrio terserang diare yang tak kunjung sembuh.
“Setres yaaa….” Tanya Diaz menggoda.
“Ngapain pula aku seteres-seteres segala. Kan sudah ada orang-orang pintar yang akan membantu kita… hihiii…” Satrio cekikikan sambil memegangi perutnya.
“Bang… sebenernya saya gelisah banget, bukan karena takut nggak bisa menjawab, tapi takut misi kita nggak berjalan dengan lancar.” Diaz menghela nafas dalam-dalam. Satrio manggut-manggut sok mengerti.
“Yah.. kalau begitu….. aku mau ee lagi yahh…”
“%^&!%&%!” Diaz menepuk jidatnya, lalu geleng-geleng kepala.

***
Pagi yang cerah, suasana Sekolah Cendana tampak sepi. Di setiap sudut ruang ujian, semua murid berkumpul, bergerombol mencatat sesuatu.
“Eh kalian nyatetin apa.” Tanya Diaz penasaran.
“Ini lho yaz… buruan catet, keburu bel nih.” Dinda menyerahkan kopelan kecil kertas.
“Eh apa-apaan ni… dapet darimana.” Tanya Diaz kebingungan.
“Udah deh.. nggak usah banyak Tanya, cepet catet aja. Ini susah lho dapet jawabannya, siapa tahu bisa ngebantu.” Jawab Dini kesal.
“Kalian harus hati-hati lho, siapa tahu ini menjebak, sengaja biar nilai kita jatuh, nggak usah percaya sama jawaban usil kayak gini. Kita kan dah sepakat dengan de’exam mission.” Diaz mengusap keringat di keningnya yang mulai bercururan. Teman-teman nya tak ambil peduli, semua semakin sibuk menyalin kopelan yang katanya jawaban soal UN hari itu.
“terserah kalian…” Diaz menghela nafas panjang, dia sudah pasrah apapun yang terjadi. Saat bel berbunyi, Diaz tak semangat seperti sebelumnya, ia berjalan gontai memasuki ruang ujian.
***
Tak disangka-sangka pengawas ujian mereka adalah guru-guru SMA Kartini yang dikenal tak kenal ampun. Muka-muka penghuni Elvioleto terlihat cemas, termasuk Satrio yang sedari tadi menahan mules karena ingin ee. Kasian banget ya… mencretnya kagak sembuh-sembuh.
“Bu… tolonglah!! Aku sakit perut, masa aku harus buang air dikelas ini….” Sontak seisi ruangan tertawa terbahak-bahak mendengar Satrio yang minta izin ke kamar kecil. Sudah 30 menit waktu ujian berjalan, tapi sepertinya dari tadi Satrio hanya sibuk minta izin ke wc.
“Ya sudah.. cepat…” Mendengar lampu hijau dari pengawas, Satrio langsung tancap gas ke kamar mandi sekaligus menjalankan misi untuk mengambil jawaban dari kelas sebelah yang terselip di kamar mandi.

“Ahhh… lega…” Satrio menarik nafas, puas setelah ee di kamar mandi. Setelah selesai dengan hajatnya, Satrio sibuk mengetik sms jawaban yang sudah dia dapatkan tadi.  Dengan lincah, dikirimnya ke seluruh teman-teman yang sudah ditentukan sebelumnya.  Tapi tiba-tiba ada suara dari luar menggedor.
“Heyy… siapa di dalam…lama sekali…” Satrio kalang kabut, tangan nya semakin cepat mengetik tuts tuts handphone. Namun…… tiba-tiba handphone Satrio terlepas. Bruukkk…. Byurrr….gluduk.. gluduk….  Handphone kesayangan terjun bebas ke dalam kloset…
“Ohh Tuhan… mampus aku…... gimana ini… ampun ya Tuhan… bisa ancur masa depan ku.” Satrio sibuk mengorek-ngorek kloset yang baunya Naudzubillah. Tapi penyesalan hanyalah tinggal penyesalan, hp nya pun tak bisa diselamatkan. Satrio berjalan gontai meninggalkan kamar mandi. Matanya nanar memperhatikan muka teman-temannya yang berharap penuh padanya. Kini sia-sia semua misi yang direnanakan.
90 menit berjalan dengan diam. Begitu pun dua hari selanjutnya, mereka tak saling sapa. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
Di hari terakhir ujian, Diaz mendekati Risma dengan ragu-ragu.
“Risma. Maaf ya tidak percaya pendapatmu.” Diaz tersenyum pahit
“Hmm.. nggak usah dipikirin Diaz, semua sudah berlalu , yang penting ini ada hikmah untuk kita. Toh kita terhindar kan dari rencana yang sebenarnya nggak baik untuk kita.  Semoga beberapa tahun kemudian kita akan mengerti apa yang terjadi. Tinggal berdoa saja untuk kebaikan kita semua.” Risma berlalu dengan kelegaan.  Dia bersyukur Allah masih melindungi teman-temannya dari perbuatan curang.
***
“Allahuakbar.” Diaz bertakbir lalu sujud di antara hamparan rumput. Matanya tak tahan untuk tidak mengeluarkan air mata. Dipeluknya erat-erat satrio yang juga tadi ikut menangis.
“Sungguh ini keajaiban bang…. “ ucap Diaz tersedu-sedu.
“Iya…” Satrio semakin terisak-isak. Sebuah berita gembira untuk seisi Cendana terkhusus Elvioleto. Murid Cendana lulus 100% dengan peringkat pertama di Bengkulu. Allahuakbar, Sungguh Allah menyayangi mereka semua.


The end
*terkhusus untuk semua teman yang ada di Sekolah Cendana, dan teman-teman seperjuangan. Miss U All



didedikasikan untuk semua adek-adek SD, SMP, SMA yang sudah dan akan melalui salah satu perjuangan yang satu ini. 
nikmatilah, jangan jadikan beban, karena ini akan menjadi salah satu kenangan hidup yang tak akan terlupakan, saat kita sukses nanti. amiinn...^^


Wednesday, April 18, 2012

ruang bernama h.a.m.p.a

28 comments :

/untukmu yang bersenandung hanya/
tak henti mengibaratkan penantian dan masa depan dibalik tirai kecoklatan demi pinta
sementara mimpi masih terseok disudut lorong solitude tak bernyawa
diantara wangi kenanga lalu menjelma puja

/untukmu yang kudengar rintihnya/
hentikan pencarian rindu dibawah sinar redup bulan purnama
karena purnama tak akan kembali untuk kesekian kalinya walau kakimu terluka lagi menganga

darah! dan
                      luka

cukup sebagai pembuktian bahwa takdir tak berpihak pada sesiapa

tidak rasa
                tidak juga duka
apalagi kita

/untukmu yang hampa lagi tak kuasa/
hujan tak kan mengabarkan pelangi jika hanya diam tak bersua sapa
sedang dirimu hanya berjumpa pada sepotong senja
tanpa doa
                tanpa asa

biar kita tenggelam bersama ruang bernama h.a.m.p.a

~chika Rei

Wednesday, April 11, 2012

Merindukan Pelangi

29 comments :
~ Aku selalu menanti hujan, karena aku begitu merindukan pelangi

"Bu Ria, lihat deh.. lihat Bu... ada pelangi!!" aku memalingkan pandanganku pada sosok keriting yang matanya  penuh dengan binar takjub, tangan kecilnya menarik-narik tubuhku yang saat itu sedang tak bertenaga, air mataku hampir saja tumpah jika saja tak melihat  tawanya saat itu.

Tia, sosok comel yang baru berumur 5 tahun mendekatkan secarik kertas putih padaku.
"Ini pelangi bu..." aku tersenyum lalu mengelus rambutnya yang acak.
"Tuh kan Bu, apa tia bilang... ada pelangi nggak mesti hujan..." aku mengangguk setuju. Menyeka mataku, lalu bergegas mengajaknya ke ruang belajar.

"Terimakasih" ucapku dalam hati. Tia hanyalah salah satu penghiburku saat ini. Banyak anak-anak lain yang selalu menawarkan senyuman tulus. dan terkadang membuatku merasa iri lalu ingin kembali seperti mereka. tak penuh dusta dan dosa :)


~ Tentang Takdir
aku tersenyum, banyak yang mengkhawatirkan keadaanku, pikiran orang-orang yang menyayangiku kadang terlalu berlebihan. Aku terpuruk, aku galau, aku mengkhawatirkan (kata mereka) hingga menghilang dari peredaran teman-teman terdekat selama hampir 2 bulan. ^^ Hahahaa Sama sekali tidak, InsyaAllah...

Karena hidup itu memang harus memilih. dan hanya ada dua pilihan. Ya atau tidak, maju atau mundur, diam atau bicara.^^  aku mulai belajar untuk bermetamorfosis menjadi sosok yang dewasa, mulai untuk memikirkan jalan hidup yang menurutku baik. dan aku harus memilih....

~New Place, New Activity
Tempat Penuh Senyuman, begitu aku menyebutnya^^ bagaimana tidak, mulai dari pagi hari hingga malam hari aku akan tersenyum, kadang marah (sambil tertawa) melihat tingkah bocah-bocah polos yang penuh semangat, penuh gairah yang membuatku cemburu.


entah bagaimana cara Allah membawaku ke tempat ini, :D yang jelas aku sudah berada disini, mencoba mengabdikan diri untuk mereka, ^^

PKBM Anggrek (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Tempat Penitipan Anak (TPA), TPQ, dan juga BimBel ini menjadi bahan garapan chika dan seorang teman ^^ awalnya yang berjalan di PKBM ini hanyalah PAUD nya saja, *karena nggak ada yang bisa memanajemen dengan baik.

Teman Chika (Chimut) yang notabane nya anak yang punya PAUD ngajakin untuk mengelola ini. Dengan harapan PKBM ini akan maju dan bisa bermafaat untuk masyarakat. aamiinn... kalo istilah kita-kita, Investasi Dunia Akhirat^^

Memang nggak mudah membangun sistem yang baik. Tapi InsyaAllah dengan modal niat dan semangat, chika yakin Allah tak akan diam saja jika hamba-Nya mau berusaha keras^^ apalagi dengan keseriusan meninggalkan zona nyaman (kerja sebagai karyawan) di tempat yang sudah nyaman dan menjanjikan.. hihihii....

Aktivitas padat... super padat :D kudu bangun pagi, ngajar PAUD juga sampai jam 10.30, jam 12 siang -9 malam diisi dengan ngajar Bimbingan Belajar (agak diporsir karena tenaga pengajar Bimbel untuk sementara hanya chika dan teman). Semoga awal tahun ajaran baru ini, bisa ngerekrut lebih banyak Murid supaya bisa nambah tenaga pengajar lagi^^ aamiinn.. doain ya^^

~Hujan lagi
Curup emang kota super dingin, sering hujan dan buat flu  sering kambuh.
aku merekatkan jaket lalu menatap rintik yang menari...
Hujan selalu memberikan inspirasi dan membangkitkan gairah mimpi yang kadang timbul tenggelam.

Lalu bagimana dengan mimpi??? ahaa saya masih punya mimpi besar yang akan saya perjuangkan^^
Walaupun kadang menangis, mimpi di hati tak berkurang sedikit pun..^^


aku melihat diriku di pelataran hujan
menggenggam pelangi yang telah berapa musim kurindukan
tersenyum 
walau air mataku mengalir

bukan karena aku tak bahagia
namun lebih rasa sesalku
melihat diriku di belakang bayang

penuh dosa
penuh kealpaan

walau kutahu
kasih sayang Allah tak kan berkurang sedikit pun

~lalu aku pun menangis untuk kesekian kalinya


~di antara rinai, walau pelangi tak mesti hujan, aku masih dengan rindu yang  sama. Merindukan Pelangi selepas Huja :)


Monday, April 9, 2012

Senandung Anak Kapal : Mengenang Rani

15 comments :
gambar dari google
mengenang Rani.,. dalam hamparan kertas-kertas putih…
atas coretan-coretan kelam kisah menyusur setapak
membekas jejak pasir bergeliat… menyisiri angin..


mengenang Rani…
pernah kau berkata, wahai anak kapal…
cintai laut ini, bagai bersemayam dalam rahim ibumu


mengenang Rani…
mengenang kilauan ombak hamparan mutiara
mengenang jentikan butiran pasir
mengenang cemara


mengenang… kisah saat kau masih berdiri di bawah biduk…
wahai anak kapal… kelam.. dan legam…
isak yang naïf…
bersenandung pada petikan gitar senar tiga
luka masih menganga…
dan bertanya… adakah aku benar-benar anak kapal kawan?
Sedang pelayaran tak jua berpihak kepadaku…
Dan malam tak jua membalas cintaku…


Mengenang Rani…
mengenang rambut kasar berkutu bau berketombe…
dan bertanya… adakah malam kan punya jendela?
agar kusampaikan salam seorang teman untuknya (sayang… kau pun tak menatap bulan malam ini)
biar kutitip saja rindu Rani pada angin malam…


mengenang Rani…
mengenang seribu mimpi yang terangkum pada senandung-senandung batu karang…
namun pecah oleh ombak…
dan bertanya… adakah aku benar-benar anak kapal kawan? (sedang ombak tak
menjawab mimpiku)

cerita tak kunjung usai
sedang bintang tak terlihat lagi…
kau tetap saja dengan senandung gitar senar tiga..
ah.. aku lupa… sudah jadi dua rupanya…
dan bertanya… adakah benar yang kau bilang kawan? Tentang laut yang menyukaiku?
(sedang laut tak mau menatap wajahku)


Ah.. Rani…
Seandainya hati punya tangga…
Ingin kudaki menuju hatimu…
Membawakan bulan merah jambu…
Dan menobatkan mahkota di kepalamu…
Rani…si Anak Kapal…
Dan… laut sangat mencintaimu…
Memilihmu karam… bersemayam… menjadi buih-buih…

dan tika senja…matahari merah merona…dan rinai pun berpihak kepadaku…
senandungmu masih saja ada…memaksaku untuk kembali mengenangmu…
andai kau masih disini… kan ku katakan padamu…seperti apa yang kau mau…
bahwa aku mencintai laut ini, ombak ini, karang ini, pasir ini, sama sepertimu, walaupun tak ada mahkota anak laut dikepalaku…sampai kapanpun…deburan ini… menoreh kan kisah tak berujung… tentang anak kapal yang tak berhenti bersenandung…







"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain".

Monday, April 2, 2012

Photo Hunting

13 comments :
~ini postingan narsis :D
isinya  foto semua

31 Maret 2012
Dikunjungi teman-teman dari Bengkulu yang kebetulan lagi liburan

well, akhirnya jadilah hari itu keliling-keliling... dan juga hunting foto :D


Ardian, Chemyut, Chika, Black, Ara (yang motonya Reky)

Reky, Chika, Ara, Black, Ardian (sok unyu banget yahh) hahahaa
Ini foto lagi siap chikanya >.<
Aku suka banget foto yang iniiiiii
inilah cowok-cowok sok keren yang gila abis katany sih kalah tuh boyband2 Indonesia
dan punya prinsip "Kalo udah cinta soal kelamin nomor2" upssss *bisa dijitak kalo mereka baca
hahahaa sory mamen :D
dan Terakhir..... ini cewe2 imut...
kalah deh anak TK :p

Keterangan:
foto diambil di Danau Mas
kecuali foto terakhir di depan rumah si Chemyut :)

NARSIS ITU PILIHAN, EKSIS ITU KEBUTUHAN 

nb: Setelah postingan ini, akan ada cerita chika yang menghilang dari dunia blogger :D hehehe, pokoke ntar diceritain semua my new activity^^


MISS U ALL