Tuesday, November 20, 2012

Permainan Hewan : Aku Seekor Hewan

35 comments :
Menghabiskan waktu untuk bermain bersama anak adalah hal yang sangat menyenangkan. Namun anak-anak seringkali bosan jika permainan yang kita berikan itu-itu saja.
Ternyata ada banyak permainan yang bisa dilakukan guru, orang tua ataupun siapa saja yang ingin melengkapi aktivitas anak-anak dengan permainan yang kreatif dan edukatif.

Salah satunya adalah Permainan hewan.
Banyak hal yang bisa kita kembangkan dan ini salah satunya:

Aku Seekor Hewan
(Mengajarkan tentang hewan)
1. Berpura-puralah menjadi seekor hewan, misalnya kelinci
2. Melompatlah maju mundur seperti kelinci


3. Beri arahan melompat ke tempat-tempat berbeda pada anak,
    misalnya melompat ke kursi atau melompat ke pintu
4. Beri wortel untuk dimakan anak Anda saat ia berpura-pura menjadi kelinci
5. Pilihlah hewan-hewan lain seperti ikan yang bisa berenang dan meminum air,
    bebek yang berjalan bergoyang-goyang, dan lain-lain

Nahh... akan lebih variatif lagi jika kita membuatkan boneka hewan ataupun topeng hewan disertai video dan juga lagu-lagu yang berhubungan dengan tema hari ini ^_^

selamat mencoba

Monday, November 19, 2012

Giveaway Semua Tentang Puisi

13 comments :
Silahkan simak syarat-syaratnya
1. Peserta adalah blogger
2. Platform  blog boleh apa saja
3. Memiliki alamat di Indonesia
4. Membuat "sebuah puisi yang bertemakan Hujan dan Rindu", panjang bebas
5. Puisi harus berbahasa Indonesia
6. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu puisi
7. Tulis puis di blog masing-masing dan diakhir puisi tuliskan "Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi" yang dipasang link ke postingan ini
8. Daftarkan link puisi masing-masing di postingan ini
9. Deadiline giveaway 19 Desember 2012, Pengumuman seminggu setelahnya

Semua Puisi kan diposting di blog Semua Tentang Puisi Insya Allah :)

Hadiah
- tiga pemenang yang akan mendapatkan masing-masing satu buah buku dari admin. *Judul buku menyusul secepatnya (bukunya lagi di order) hehee
- Satu orang pemenang akan mendapatkan pulsa @10.000
- Dua orang pemenang akan  mendapatkan pulsa @5.000


Klik link ini untuk info lengkapnya http://puisipuisi-kita.blogspot.com/2012/11/giveaway-semua-tentang-puisi.html

Tuesday, November 13, 2012

Dilatasi Rindu

7 comments :





Angin pantai senja ini berhembus syahdu, menerbangkan pasir-pasir halus dan meniupkan aroma ombak yang khas. Vani memperhatikan kapal-kapal yang hendak berlabuh, sesekali ia mengambil gambar berbagai sudut pantai. Suasana seperti ini sangat menyenangkan bagi Vani, cahaya jingga saat matahari tenggelam membuat Vani tak henti mengucap nama Allah berkali-kali. Duduk berlama-lama di pantai adalah hal yang paling disukai seorang Vani, Elvani Homairoh wanita muda penyuka fotografi dan tergila-gila dengan pemandangan alam. Ia merasakan dunia baru yang begitu indah saat menjejakkan kakinya pada pasir-pasir basah ataupun bercengkrama dengan kepiting-kepiting kecil di pinggiran pantai. Terkadang ia tak mempedulikan orang-orang yang menyangkanya seperti anak kecil di umurnya yang sudah beranjak 23 tahun ini. Yang penting aku suka, begitu alasannya.

Di saat yang sama, seorang lelaki dengan balutan t-shirt hitam dan celana jeans tampak mendekati Vani. Perlahan ia duduk di bangku kosong yang berada di samping Vani. Tak ada percakapan antara mereka. Vani tengah sibuk menikmati setiap sudut keindahan Pantai Panjang, Pantai di Bengkulu yang konon katanya merupakan Pantai terpanjang di Asia. Sedang  lelaki itu pun tengah asyik memandang Vani dan seorang anak lelaki yang seringkali mengikuti gaya Vani.

Hafiz, anak lelaki itu terlihat begitu bersemangat. Lelaki itu tersenyum, pikirannya kembali terbawa pada kejadian dua tahun silam. Saat dimana Vani memilih untuk membawa Hafiz bersama mereka.
***
Ima merentangkan kakinya di atas pasir pantai. Terasa kehangatan menjalari kaki-kakinya yang basah, matanya nanar memperhatikan kapal yang merapat ke dermaga.

“Abang…” Ima beringsut dari duduknya, melambai-lambaikan tangannya pada kapal  itu.
“Abang…” Ima berteriak lebih kencang dari sebelumnya, lalu berlari mendekati kapal itu.
“Sudah Ima… sudah… itu bukan Abangmu,” Emak seketika menarik lengan Ima yang  hampir menceburkan dirinya pada gulungan ombak.
“Itu pasti Abang mak… itu pasti Abangku, dia pasti datang untuk menjemputku,” Ima tersenyum bahagia sembari melepaskan pegangan Emaknya. Ima melewati ombak, berlari-lari dengan girang. Tapi tiba-tiba ia berdiri mematung dan menangis. Emak hanya geleng-geleng kepala lalu kembali ke rumah.

***
“Abang pasti pulang kan Van,” Vani yang saat itu merupakan sahabat dekat Ima hanya tersenyum pilu. Lalu mengalihkan pandangannya pada Emak.
“Abang mu tak akan pulang, sudah kukatakan berulang-ulang Abangmu sudah mati di laut sana,” sebenarnya Emak tak tega mengatakan hal ini pada Ima, tapi Ima terus saja tak mengerti.
“Mak bohong!” Ima melemparkan ikan yang ada ditangannya, lalu berlari menuju pondokan tempat ia dan Abangnya biasa bercengkrama.

***
“Suatu saat nanti, abang akan mengajakmu berlayar ke tempat yang paling indah ma” Fadli, lelaki yang telah 3 tahun menjadi suami Ima itu tersenyum menatap gadis yang sangat dicintainya.
“Kemana itu bang?”
“Suatu saat kau akan tahu, selepas berlayar abang akan mengajakmu, abang janji!”  Ima terus terisak jika mengingat kata-kata abangnya itu. Janji itu tak akan pernah ditepati, karena Abangnya entah dimana saat ini. Kini ia hanya bisa menunggu di dermaga hingga abangnya pulang.
“Ima orang gila… ima orang gila…”anak-anak yang bermain di pantai terus mengejeknya yang selalu duduk diam di atas pasir pantai. Sesekali Ima melempari anak-anak itu dengan pasir.
“Ima, janganlah begini terus,  kamu masih punya Hafiz, anakmu… satu-satunya harta paling berharga yang Allah titipkan padamu dan Bang Fadli,” Ima hanya hening, sesekali dilihatnya Hafiz yang terus saja merengek. Namun iya seperti hilang kesadaran, membiarkan saja anaknya terbengkalai tak terurus, sedang 
Hafiz baru berusia 2 tahun.

Perlahan hujan turun, pantai yang hangat mulai terasa dingin, bau pasir basah tercium tapi Ima tak beranjak dari dudukannya di pasir.

“Bukankah ini hari ulang tahun pernikahan kita bang? Ima tak akan pulang sebelum Abang tiba” Ima menatap nanar gulungan ombak yang menderu.

“Ima pulanglah,” teriak Emak dari kejauhan. Namun Ima tak berkutik sedikitpun.
“Bang Ima Rindu…” Ima terisak… butir air matanya bersatu bersama tetesan hujan.  Lalu ia berjalan tertatih menuju ombak , masih dengan isak yang ditahan.

***
Vani meneriaki Emak dan memanggil nelayan di sekitar pantai. Ima semakin menuju ke tengah. Vani cemas, tubuh Ima akan terhempas ombak. Hafiz menangis keras.
Plakk… sebuah tamparan keras melayang ke pipi Ima yang masih setengah sadar.
“Sadarlah ma… sadarlah…  jangan seperti ini, jangan sia-siakan hidupmu hanya untuk hal bodoh seperti ini, lihat anakmu ma.. lihat,” tangis Vani pecah, menderu-deru bersama ombak. Diguncang-guncangnya tubuh Ima yang terlihat begitu rapuh.
Ima menangis lalu merangkul Vani. “Maaf.”

***
“Sebentar lagi Ibu mu akan datang Hafiz,” Vani tersenyum sembari mengelus rambut anak sahabatnya itu. Hafiz, mengingatkannya pada Bang Fadli, sorot matanya yang tajam dan rambut ikalnya begitu persis dengan Bang Fadli. Dua tahun yang lalu Vani membawa Hafiz untuk dirawat karena Ima sedang dalam proses penenangan diri. Vani bersyukur karena waktu itu Allah masih menyelematkan Ima. Ia tak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada Ima.

Banyak hal yang kadang tak sempat kita syukuri. Manusia terlalu naïf untuk mengakui bahwa nikmat Tuhan begitu besar. Bahkan dalam musibah sekalipun. Allah tak akan pernah meninggalkan hamba-Nya dalam kesendirian. Vani meyakini itu, sama saat Ima harus kehilangan Bang Fadli. Ima harusnya tak perlu menyalahkan Tuhan atas semuanya, karena itulah takdir. Takdir yang tak ada satupun yang bisa merubahnya. Hanya kita saja yang harusnya bisa menyikapi apa rencana Allah untuk semua ini.

Vani menoleh ke belakang, dilihatnya bayang seorang wanita berkerudung coklat mendekatinya. Wajah wanita itu terlihat sumringah. Lalu berlari kecil seolah tak sabar untuk menyapa. Bayang itu semakin mendekat lalu memeluk Vani erat.

Ima, ya… dia terlihat berbeda sekarang. Ada asa yang tersimpan dalam binar matanya. Ima yang baru. Lalu dengan tak sabar dipeluknya Hafiz, sendu… wajah Ima terlihat sendu lalu meneteskan air mata.

“Ibu…” walaupun masih kecil anak lelaki itu mengerti arti sebuah kerinduan yang mendalam. Ia pun ikut menangis.

“Terimakasih Van… aku bahkan sangat malu mengingat tingkah ku dulu, Bang Fadli akan sangat marah kalau aku menyia-nyiakan Hafiz.” Vani mengangguk kecil lalu menggenggam tangan Ima.

“Kau pasti kuat,” keduanya tersenyum lalu memandang ombak yang bergulung-gulung dengan langit yang merona jingga. Kebahagian itu ada jika kita ingin menjadikan hidup ini bahagia. Karena disetiap kejadian pastilah ada hikmah yang Allah selipkan untuk kita pelajari, bahwa hidup ini begitu indah dengan segala nikmat yang telah Allah sisipkan. Dan harusnya kita terus bersyukur

Thursday, August 23, 2012

Big Thanks to Firmoo

48 comments :

Selamat pagi sahabat blogger ^_^
Hmm.. udah lama banget blog yang satu ini nggak di huni sama si empunya. Sedikit cerita, blog kesayangan yang satu ini, sekitar akhir Mei mengalami musibah, eitt… bukan kecelakaan lalu lintas atau kena penyakit kronis, tapi si admin nggak bisa login  sebenarnya ini kecerobohan admin alias chikarei sendiri. Chika nge-aktivin 2 step verification di account google, dan itu berarti setelah meng-input username dan password, pihak google akan mengirimkan kode verifikasi ke no.hp yang sudah didaftar sebelumnya. Nah, chikarei entah gimana kejadiannya, MENGHILANGKAN No.HP tersebut. Dan beliau pun lupa jawaban pertanyaan rahasia yang merupakan satu-satunya cara untuk login *lol*
2 bulan mencoba menghubungi google, google nya nggak percayaan, disuruh ngasih informasi ini itu. Dengan sepenuh hati chikarei meyakinkan google kalau itu benar-benar akun nya. Dan Alhamdulillah pihak google mengabulkan permohonan nya, 2 step verification nya di non aktifkan google, setelah itu chikarei bisa login hanya menggunakan password aja :D

KacaMata Gratis dari Firmoo
Sebenarnya dapat info ini udah rada lama, tapi waktu ngehubungi admin firmoo nya, dia bilang kacamata nya gratis, tapi pake biaya kirim. Terus, dapat info dari blogger-blogger yang baik hati, kalau bisa free shipping kalau kita naroh link firmoo di website yang sudah di approve sebelumnya.
Saat itu blog chikarei.com masih belom bisa login, tapi chika pengen banget punya kacamata yang cute itu >.< Dengan pedenya chika menghubungi Mr. Li Wen Jie, yang punya program untuk para blogger. Nah…. Chika mengajukan blog http://rainisrainbow.blogspot.com But, Unfortunately blog itu adalah blog baru yang pengunjung dan rank nya belum ada apa-apanya.
Sedih? So pasti, chika kembali mengajukan blog yang satu ini http://chikarei.com tapi chika omong tu ke Mr. Li Wenjie kalo blognya lagi nggak bisa login.



APa tanggapan Mr. Li Wen Jie?
Katanya blog chikarei.com masuk dalam criteria program ini, so dia berharap blog chika bisa segera kembali dan menaruh link Firmoo supaya bisa dapet kacamata gratis :D
Hmm.. kira-kira sekitar tanggal..
Chika dapat berita yang sangat mengembirakan, ada satu email dari google yang isinya seperti ini…

Hi,

Good news -- you’re just steps away from regaining access to your account! It looks like you are having trouble with 2-step verification, so we've removed it from your account. To sign in to your account, sign in with your current password. You won't be prompted for a verification code. If you don't remember your password, you can recover it at https://www.google.com/accounts/recovery/


Wah chika lonjak-lonjak kegirangan, dan langsung menghubungi Mr Li Wen jie bahwa blog chikarei.com sudah kembali dan link firmoo pun sudah nangkring di blog ini,
Mr. Li wen jie pun ikutan senang, dan menginfokan kalau chika bisa milih kacamata yang diinginkan di firmoo.com

Awalnya Mr. Li Wen Jie menawarkan sun glasses, tapi chika nggak terlalu membutuhkan itu sekarang, butuh kacamata minus karena ini udah naik lagi minus nya…
kacamata yang chika pilih
Agak ribet milih kacamatanya, karena mr.li wen jie meminta resep dokter biar bisa pas kacamatanya *gitu sih katanya, karena hasil periksa mata chika entah kemana, chika yakinkan aja mr.li wen jie kalau chika punya mata minus sekian..sekian.. terus jarak mata sekian..sekiann… :D
Finally, Mr. Li Wen Jie mengatakan OK, tunggu saja kacamatanya dalam waktu 15-25 hari
Catatan: Teman-teman yang berkomunikasi dengan Mr.Li Wen Jie hati-hati jika ada email dari Li Wen Jie yang lain (li wen jie palsu) karena pengalaman waktu itu ada li wen jie palsu yang minta ditransfer uang >.< INget!! Email Mr li wenjie yang ini : liwenjie@yahoo.com

Dan… Kacamatanya Tiba Saudara-Saudara
Penantian saja akhirnya terjawabkan, ekeke… pagi ini sekitar  jam 9, saya dapat telpon dari POS
Pak pos : “Benar ini mba Ria Mustika Fasha, ada kiriman dari Nainjing China, tolong ambil sekarang ya, sebelum kena bea cukai,”!
Chika : *bingung* kok nggak dianter langsung? Bea cukai? Hubungannya? Saya sering dapet kiriman luar negeri nggak pernah gini?
Dengan proses yang agak ribet, karena chika lupa bawa KTP dan Pak Pos yang agak gimana gitu :p kacamata itu berhasil dibawa pulang ^_^

Ini Penampakannya

gimana keren kan??? nah sebelum menggunakan kacamata gx afdol kayaknya kalo nggak narsisan dulu ahahahaaaaa



BIG thanks to Mr. Li Wen Jie and Firmoo.com

Kacamatanya pas banget sama mata chika, dan pas banget untuk hidung saya yang mancung pesek :D 





ahahaaa jangan ketawa kalo saya narsis banget :D

Dan untuk teman-teman blogger yang masih kebingungan membaca tulisan chika yang nggak beraturan ini, chika kasih sedikit kesimpulan bagaimana mendapatkan kacamata gratis nya
1. Pastikan kita punya Blog :D usahakan blog nya punya page rank
2. Hubungi Mr. Li Wen Jie (liwenjie@yahoo.com) katakan bahwa kita ingin mengikuti programnya untuk mendapatkan kacamata gratis, dan input url blog kita.
3. Tunggu balasan nya (biasanya sih langsung dibales, orangnya baek kok :D) dan lihat apakah blog kita di approve atau tidak.
4. Kalau sudah di approve taruh Link Firmoo.com di blog kita, usahakan di tempat yang mudah dilihat pengunjung. Dan hubungi lagi mr.li wenjie, katakana link firmoo.com sudah dipasang dengan baik. Tanyakan juga apakah posisinya sudah benar atau perlu dirubah lagi?
5. Jika sudah fix, Mr. Li Wenjie akan meminta kita untuk memilih kacamata yang kita inginkan dan mengirimkan alamat kita :D
6. Gimana?? Mudah kan??? Cukup modal bahasa inggris dikit aja kok  Nah, ayo dicoba :D dan… tolong di cantumkan url postingan ini ya kalau teman-teman menghubungi Mr Li Wen Jie, bilang nya dapet info dari chika hehee…

Jika masih bingung juga, silahkan hubungi chika Via facebook or Ym yah, insyaAllah dibantu semaksimal mungkin ^_^

Salam Blogger
*dan Mohon Maaf Lahir dan Batin (maaf telat) :D

Saturday, May 5, 2012

New Glasses

39 comments :
entah kenapa akhir-akhir ini penyakit gila foto mulai kambuh dari biasanya

walaupun penyakit ini udah dari lama >.<

ditambah lagi... siang ini jalan2 nemu kacamata yang imut dan cocok ke muka chika

*nb: kaca mata lama gx pernah dipake karena gx lucu hihiii...

well, akhirnya setelah kondangan, sesi foto pun dimulai

barengan ama Chimuta dimulailah kegilaan itu^^



hihiii ^^ please jangan ketawa, nyengir aja :D

Wednesday, May 2, 2012

adalah aku

16 comments :

ilalang padang gersang

tunggui titik-titik hujan

adalah 

diriku

pada penantian

sebuah hipotesa menjadi nyata

Saturday, April 21, 2012

Raga, aku Rindu

14 comments :
izinkan aku merinduimu
untuk segenap rinai bersenandung sendu bagai melodi tanpa nada

tergetar bisu
senyap mengumbar lara perlahan tak ada wajah selain -bayangmu, Raga


sajak lebih tak indah jika irama mu saja yang berputar tak hilang
tega saja rintik datang, menyemai putik getar -
                                                                           tak pernah kuinginkan
namun
           aku terdiam

hei!
       mimpi pelangi bernostalgia untuk sekedar harum pasir basah
kepiting kecil berlari kecil menggelitik,
        benarkah Raga!

kusaksikan saja Raga mu dari bayang
       kunikmati saja
 angin belai rambut halus tak sanggup gapai


Izinkan aku merindumu Raga,
saat sunyi berdentang
                                 pada mega yang tak lagi terang
                                                                                dan sayup hujan membawaku terbang

untuk sekedar merindu bayang




~Chika Rei : 210412 : Saat sayup hujan membuatmu merindu

Friday, April 20, 2012

De' Exam Mission

29 comments :


De’ Exam Mission

“Gimana ya! Sudah diundang semua.” Diaz memperbaiki letak kacamatanya lalu memperhatikan kertas daftar undangan yang telah disusunnya degan begitu rapi. Surya, lelaki jangkung yang sekarang berada dihadapannya tersenyum pasti, lalu menepuk pundak Diaz perlahan.
“Sipp bos! Ini perjuangan hidup mati, Elvioleto dan semua penghuni Cendana harus hidup tentunya… hihiii…” Surya cengengesan memperlihatkan gigi putihnya yang berjajar rapi. Sedang Diaz menghela nafas panjang, memperhatikan awan yang berarak seperti bangau sedang berenang. Pikirannya terfokus pada satu tujuan. Kebahagiaan penghuni cendana.
***
Kelas yang dinamai Elvioleto itu kini hening, mata mereka tertuju pada Diaz ketua Kelas yang sedari tadi hanya diam, menghela nafas, begitu saja.
“Hello Diaz… are you ok!” Dinda menggoyang-goyangkan telapak tangannya di depan Diaz.
“Hm… nggak juga Din, baiklah… apakah semua sudah siap!” Diaz berdiri tegap dengan semangat.
“Huuu…..dari tadi donk!!” Seisi kelas bersorak.
“Sebenarnya ini berat, tapi saya cuma ingin seiisi Cendana ini berhasil. Walau cara yang kita gunakan.. hmm… sedikit melenceng hihii…” Diaz tertawa terpaksa.
“Aii.. tak perlu lah kau pikirkan melenceng atau tidak, aku pun tak sanggup menghapal buku sebanyak itu! Kita serahkan saja pada juara-juara untuk menghapal. Masa tidak mau bantu teman-temannya sesekali saja.” Satria dengan logat batak nya yang kental mengajukan pendapat.
“Tapi… ini sedikit tidak adil, kita harus minta persetujuan kepada orang-orang yang akan diminta jasanya, termasuk Elvioleto semuanya harus setuju. Tidak ada yang melakukannya dengan terpaksa.” Ungkap Diaz bijak.
“Ya tinggal kau tanyakan sajalah…”
“Hmm… baiklah.. apa ada yang keberatan?” Seisi kelas hening sesaat, namun tiba-tiba, salah satu penghuni elvioleto berdiri dengan gugup. Risma, menunduk lesu. Gadis berjilbab itu terbata-bata hendak mengutarakan pendapatnya.
“Maaf Diaz, sebelumnya… daripada Risma melakukan nya dengan terpaksa, lebih baik diutarakan sekarang. Apakah tidak lebih baik kita mencoba cara yang baik, daripada meniatkan hal seperti ini, Risma takut malah nanti ini nggak diridhoi, bukannya nilai kita bagus, malah dapat celaka.” Mata Risma berbinar, berharap teman sekelasnya mengerti.
“Iya saya tahu, tapi tidak semua teman kita punya kemampuan baik sepertimu Ma, apa tidak bisa sekali ini saja.” Rayu diaz memohon.
“Maaf ya, Risma tetap dalam pendirian. Bukankah ujian masih dua bulan lagi, kenapa kita tidak membentuk kelompok belajar saja, bukannya merencanakan hal negative kayak gini. Ya sudah, kalau nantinya Risma dimusuhi karena ini, tapi Risma tak akan ikut andil kalau rencananya seperti ini.” Risma meninggalkan kelas dengan mata berbinar. Pikirannya campur aduk.
Diaz semakin serba salah, di satu sisi memang hati kecilnya menentang rencana aneh ini, tapi disatu sisi jiwa sosialnya yang tinggi membuatnya harus menjadi komandan rencana ini.
“Ya udah, kalau memang Risma nya nggak mau, kita tetap jalan. Yang mau saja…” Dinda  menggerutu.
“Baiklah… tak usah diperpanjang, saya akan menjelaskan rencana yang sudah disusun oleh semua ketua kelas baik dari IPA maupun IPS, dan sebelum saya jelaskan, saya harap semua mengunci rapat-rapat mulut untuk masalah ini, pihak guru dan pengawas jangan sampai ada yang tahu. Dan Misi ini kita namakan, De’Exam Mission. Hahaa…” Diaz tertawa menirukan gaya pahlawan bertopeng yang mengundang tawa seluruh penghuni Elvioleto.
***
Setelah rapat besar seluruh kelas. Penghuni Cendana terpecah. Ini melebihi demo yang biasa dilakukan mahasiswa. Jika demo hanya ada dua masa pro dan kontra. Cendana sekarang terpecah menjadi 3 kubu. Kubu Pro (Diaz dan kawan-kawan), Kubu Kontra (Risma dan kawan-kawan), dan Kubu Cuek-Cuek Sajalah (Bejo dan kawan-kawan).
“Mau nyontek, mau ngepek… mau belajar.. nilai kita ya tetap seperti itulah… sudah ditakdirkan jadi orang pintar itu susah.” Bejo membelai jambulnya yang mengkilat. Semua orang disekitarnya diam menahan sakit perut mendengar perkataan Bejo yang nauzubillah  sombongnya.
Sedang Risma dan kawan-kawan yang jumlahnya tak lebih dari 10, setiap hari berkumpul di mushola Ramadhan. Menuliskan pelajaran-pelajaran penting dan mereka pelajari bersama. “Tenang saja teman-teman, InsyaAllah kita akan dimudahkan asal berusaha dan berdoa dengan maksimal.” Risma tersenyum pasti, yakin akan keyakinan dan pendiriannya.
***
H-3 De’Exam Mission
“Bah!! Kenapa perutku jadi mules ya akhir-akhir ini.” Sudah hampir satu minggu, Satrio terserang diare yang tak kunjung sembuh.
“Setres yaaa….” Tanya Diaz menggoda.
“Ngapain pula aku seteres-seteres segala. Kan sudah ada orang-orang pintar yang akan membantu kita… hihiii…” Satrio cekikikan sambil memegangi perutnya.
“Bang… sebenernya saya gelisah banget, bukan karena takut nggak bisa menjawab, tapi takut misi kita nggak berjalan dengan lancar.” Diaz menghela nafas dalam-dalam. Satrio manggut-manggut sok mengerti.
“Yah.. kalau begitu….. aku mau ee lagi yahh…”
“%^&!%&%!” Diaz menepuk jidatnya, lalu geleng-geleng kepala.

***
Pagi yang cerah, suasana Sekolah Cendana tampak sepi. Di setiap sudut ruang ujian, semua murid berkumpul, bergerombol mencatat sesuatu.
“Eh kalian nyatetin apa.” Tanya Diaz penasaran.
“Ini lho yaz… buruan catet, keburu bel nih.” Dinda menyerahkan kopelan kecil kertas.
“Eh apa-apaan ni… dapet darimana.” Tanya Diaz kebingungan.
“Udah deh.. nggak usah banyak Tanya, cepet catet aja. Ini susah lho dapet jawabannya, siapa tahu bisa ngebantu.” Jawab Dini kesal.
“Kalian harus hati-hati lho, siapa tahu ini menjebak, sengaja biar nilai kita jatuh, nggak usah percaya sama jawaban usil kayak gini. Kita kan dah sepakat dengan de’exam mission.” Diaz mengusap keringat di keningnya yang mulai bercururan. Teman-teman nya tak ambil peduli, semua semakin sibuk menyalin kopelan yang katanya jawaban soal UN hari itu.
“terserah kalian…” Diaz menghela nafas panjang, dia sudah pasrah apapun yang terjadi. Saat bel berbunyi, Diaz tak semangat seperti sebelumnya, ia berjalan gontai memasuki ruang ujian.
***
Tak disangka-sangka pengawas ujian mereka adalah guru-guru SMA Kartini yang dikenal tak kenal ampun. Muka-muka penghuni Elvioleto terlihat cemas, termasuk Satrio yang sedari tadi menahan mules karena ingin ee. Kasian banget ya… mencretnya kagak sembuh-sembuh.
“Bu… tolonglah!! Aku sakit perut, masa aku harus buang air dikelas ini….” Sontak seisi ruangan tertawa terbahak-bahak mendengar Satrio yang minta izin ke kamar kecil. Sudah 30 menit waktu ujian berjalan, tapi sepertinya dari tadi Satrio hanya sibuk minta izin ke wc.
“Ya sudah.. cepat…” Mendengar lampu hijau dari pengawas, Satrio langsung tancap gas ke kamar mandi sekaligus menjalankan misi untuk mengambil jawaban dari kelas sebelah yang terselip di kamar mandi.

“Ahhh… lega…” Satrio menarik nafas, puas setelah ee di kamar mandi. Setelah selesai dengan hajatnya, Satrio sibuk mengetik sms jawaban yang sudah dia dapatkan tadi.  Dengan lincah, dikirimnya ke seluruh teman-teman yang sudah ditentukan sebelumnya.  Tapi tiba-tiba ada suara dari luar menggedor.
“Heyy… siapa di dalam…lama sekali…” Satrio kalang kabut, tangan nya semakin cepat mengetik tuts tuts handphone. Namun…… tiba-tiba handphone Satrio terlepas. Bruukkk…. Byurrr….gluduk.. gluduk….  Handphone kesayangan terjun bebas ke dalam kloset…
“Ohh Tuhan… mampus aku…... gimana ini… ampun ya Tuhan… bisa ancur masa depan ku.” Satrio sibuk mengorek-ngorek kloset yang baunya Naudzubillah. Tapi penyesalan hanyalah tinggal penyesalan, hp nya pun tak bisa diselamatkan. Satrio berjalan gontai meninggalkan kamar mandi. Matanya nanar memperhatikan muka teman-temannya yang berharap penuh padanya. Kini sia-sia semua misi yang direnanakan.
90 menit berjalan dengan diam. Begitu pun dua hari selanjutnya, mereka tak saling sapa. Sibuk dengan pikiran masing-masing.
Di hari terakhir ujian, Diaz mendekati Risma dengan ragu-ragu.
“Risma. Maaf ya tidak percaya pendapatmu.” Diaz tersenyum pahit
“Hmm.. nggak usah dipikirin Diaz, semua sudah berlalu , yang penting ini ada hikmah untuk kita. Toh kita terhindar kan dari rencana yang sebenarnya nggak baik untuk kita.  Semoga beberapa tahun kemudian kita akan mengerti apa yang terjadi. Tinggal berdoa saja untuk kebaikan kita semua.” Risma berlalu dengan kelegaan.  Dia bersyukur Allah masih melindungi teman-temannya dari perbuatan curang.
***
“Allahuakbar.” Diaz bertakbir lalu sujud di antara hamparan rumput. Matanya tak tahan untuk tidak mengeluarkan air mata. Dipeluknya erat-erat satrio yang juga tadi ikut menangis.
“Sungguh ini keajaiban bang…. “ ucap Diaz tersedu-sedu.
“Iya…” Satrio semakin terisak-isak. Sebuah berita gembira untuk seisi Cendana terkhusus Elvioleto. Murid Cendana lulus 100% dengan peringkat pertama di Bengkulu. Allahuakbar, Sungguh Allah menyayangi mereka semua.


The end
*terkhusus untuk semua teman yang ada di Sekolah Cendana, dan teman-teman seperjuangan. Miss U All



didedikasikan untuk semua adek-adek SD, SMP, SMA yang sudah dan akan melalui salah satu perjuangan yang satu ini. 
nikmatilah, jangan jadikan beban, karena ini akan menjadi salah satu kenangan hidup yang tak akan terlupakan, saat kita sukses nanti. amiinn...^^


Wednesday, April 18, 2012

ruang bernama h.a.m.p.a

28 comments :

/untukmu yang bersenandung hanya/
tak henti mengibaratkan penantian dan masa depan dibalik tirai kecoklatan demi pinta
sementara mimpi masih terseok disudut lorong solitude tak bernyawa
diantara wangi kenanga lalu menjelma puja

/untukmu yang kudengar rintihnya/
hentikan pencarian rindu dibawah sinar redup bulan purnama
karena purnama tak akan kembali untuk kesekian kalinya walau kakimu terluka lagi menganga

darah! dan
                      luka

cukup sebagai pembuktian bahwa takdir tak berpihak pada sesiapa

tidak rasa
                tidak juga duka
apalagi kita

/untukmu yang hampa lagi tak kuasa/
hujan tak kan mengabarkan pelangi jika hanya diam tak bersua sapa
sedang dirimu hanya berjumpa pada sepotong senja
tanpa doa
                tanpa asa

biar kita tenggelam bersama ruang bernama h.a.m.p.a

~chika Rei

Wednesday, April 11, 2012

Merindukan Pelangi

29 comments :
~ Aku selalu menanti hujan, karena aku begitu merindukan pelangi

"Bu Ria, lihat deh.. lihat Bu... ada pelangi!!" aku memalingkan pandanganku pada sosok keriting yang matanya  penuh dengan binar takjub, tangan kecilnya menarik-narik tubuhku yang saat itu sedang tak bertenaga, air mataku hampir saja tumpah jika saja tak melihat  tawanya saat itu.

Tia, sosok comel yang baru berumur 5 tahun mendekatkan secarik kertas putih padaku.
"Ini pelangi bu..." aku tersenyum lalu mengelus rambutnya yang acak.
"Tuh kan Bu, apa tia bilang... ada pelangi nggak mesti hujan..." aku mengangguk setuju. Menyeka mataku, lalu bergegas mengajaknya ke ruang belajar.

"Terimakasih" ucapku dalam hati. Tia hanyalah salah satu penghiburku saat ini. Banyak anak-anak lain yang selalu menawarkan senyuman tulus. dan terkadang membuatku merasa iri lalu ingin kembali seperti mereka. tak penuh dusta dan dosa :)


~ Tentang Takdir
aku tersenyum, banyak yang mengkhawatirkan keadaanku, pikiran orang-orang yang menyayangiku kadang terlalu berlebihan. Aku terpuruk, aku galau, aku mengkhawatirkan (kata mereka) hingga menghilang dari peredaran teman-teman terdekat selama hampir 2 bulan. ^^ Hahahaa Sama sekali tidak, InsyaAllah...

Karena hidup itu memang harus memilih. dan hanya ada dua pilihan. Ya atau tidak, maju atau mundur, diam atau bicara.^^  aku mulai belajar untuk bermetamorfosis menjadi sosok yang dewasa, mulai untuk memikirkan jalan hidup yang menurutku baik. dan aku harus memilih....

~New Place, New Activity
Tempat Penuh Senyuman, begitu aku menyebutnya^^ bagaimana tidak, mulai dari pagi hari hingga malam hari aku akan tersenyum, kadang marah (sambil tertawa) melihat tingkah bocah-bocah polos yang penuh semangat, penuh gairah yang membuatku cemburu.


entah bagaimana cara Allah membawaku ke tempat ini, :D yang jelas aku sudah berada disini, mencoba mengabdikan diri untuk mereka, ^^

PKBM Anggrek (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Tempat Penitipan Anak (TPA), TPQ, dan juga BimBel ini menjadi bahan garapan chika dan seorang teman ^^ awalnya yang berjalan di PKBM ini hanyalah PAUD nya saja, *karena nggak ada yang bisa memanajemen dengan baik.

Teman Chika (Chimut) yang notabane nya anak yang punya PAUD ngajakin untuk mengelola ini. Dengan harapan PKBM ini akan maju dan bisa bermafaat untuk masyarakat. aamiinn... kalo istilah kita-kita, Investasi Dunia Akhirat^^

Memang nggak mudah membangun sistem yang baik. Tapi InsyaAllah dengan modal niat dan semangat, chika yakin Allah tak akan diam saja jika hamba-Nya mau berusaha keras^^ apalagi dengan keseriusan meninggalkan zona nyaman (kerja sebagai karyawan) di tempat yang sudah nyaman dan menjanjikan.. hihihii....

Aktivitas padat... super padat :D kudu bangun pagi, ngajar PAUD juga sampai jam 10.30, jam 12 siang -9 malam diisi dengan ngajar Bimbingan Belajar (agak diporsir karena tenaga pengajar Bimbel untuk sementara hanya chika dan teman). Semoga awal tahun ajaran baru ini, bisa ngerekrut lebih banyak Murid supaya bisa nambah tenaga pengajar lagi^^ aamiinn.. doain ya^^

~Hujan lagi
Curup emang kota super dingin, sering hujan dan buat flu  sering kambuh.
aku merekatkan jaket lalu menatap rintik yang menari...
Hujan selalu memberikan inspirasi dan membangkitkan gairah mimpi yang kadang timbul tenggelam.

Lalu bagimana dengan mimpi??? ahaa saya masih punya mimpi besar yang akan saya perjuangkan^^
Walaupun kadang menangis, mimpi di hati tak berkurang sedikit pun..^^


aku melihat diriku di pelataran hujan
menggenggam pelangi yang telah berapa musim kurindukan
tersenyum 
walau air mataku mengalir

bukan karena aku tak bahagia
namun lebih rasa sesalku
melihat diriku di belakang bayang

penuh dosa
penuh kealpaan

walau kutahu
kasih sayang Allah tak kan berkurang sedikit pun

~lalu aku pun menangis untuk kesekian kalinya


~di antara rinai, walau pelangi tak mesti hujan, aku masih dengan rindu yang  sama. Merindukan Pelangi selepas Huja :)


Monday, April 9, 2012

Senandung Anak Kapal : Mengenang Rani

15 comments :
gambar dari google
mengenang Rani.,. dalam hamparan kertas-kertas putih…
atas coretan-coretan kelam kisah menyusur setapak
membekas jejak pasir bergeliat… menyisiri angin..


mengenang Rani…
pernah kau berkata, wahai anak kapal…
cintai laut ini, bagai bersemayam dalam rahim ibumu


mengenang Rani…
mengenang kilauan ombak hamparan mutiara
mengenang jentikan butiran pasir
mengenang cemara


mengenang… kisah saat kau masih berdiri di bawah biduk…
wahai anak kapal… kelam.. dan legam…
isak yang naïf…
bersenandung pada petikan gitar senar tiga
luka masih menganga…
dan bertanya… adakah aku benar-benar anak kapal kawan?
Sedang pelayaran tak jua berpihak kepadaku…
Dan malam tak jua membalas cintaku…


Mengenang Rani…
mengenang rambut kasar berkutu bau berketombe…
dan bertanya… adakah malam kan punya jendela?
agar kusampaikan salam seorang teman untuknya (sayang… kau pun tak menatap bulan malam ini)
biar kutitip saja rindu Rani pada angin malam…


mengenang Rani…
mengenang seribu mimpi yang terangkum pada senandung-senandung batu karang…
namun pecah oleh ombak…
dan bertanya… adakah aku benar-benar anak kapal kawan? (sedang ombak tak
menjawab mimpiku)

cerita tak kunjung usai
sedang bintang tak terlihat lagi…
kau tetap saja dengan senandung gitar senar tiga..
ah.. aku lupa… sudah jadi dua rupanya…
dan bertanya… adakah benar yang kau bilang kawan? Tentang laut yang menyukaiku?
(sedang laut tak mau menatap wajahku)


Ah.. Rani…
Seandainya hati punya tangga…
Ingin kudaki menuju hatimu…
Membawakan bulan merah jambu…
Dan menobatkan mahkota di kepalamu…
Rani…si Anak Kapal…
Dan… laut sangat mencintaimu…
Memilihmu karam… bersemayam… menjadi buih-buih…

dan tika senja…matahari merah merona…dan rinai pun berpihak kepadaku…
senandungmu masih saja ada…memaksaku untuk kembali mengenangmu…
andai kau masih disini… kan ku katakan padamu…seperti apa yang kau mau…
bahwa aku mencintai laut ini, ombak ini, karang ini, pasir ini, sama sepertimu, walaupun tak ada mahkota anak laut dikepalaku…sampai kapanpun…deburan ini… menoreh kan kisah tak berujung… tentang anak kapal yang tak berhenti bersenandung…







"Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway The Fairy and Me yang diselenggarakan oleh Nurmayanti Zain".

Monday, April 2, 2012

Photo Hunting

13 comments :
~ini postingan narsis :D
isinya  foto semua

31 Maret 2012
Dikunjungi teman-teman dari Bengkulu yang kebetulan lagi liburan

well, akhirnya jadilah hari itu keliling-keliling... dan juga hunting foto :D


Ardian, Chemyut, Chika, Black, Ara (yang motonya Reky)

Reky, Chika, Ara, Black, Ardian (sok unyu banget yahh) hahahaa
Ini foto lagi siap chikanya >.<
Aku suka banget foto yang iniiiiii
inilah cowok-cowok sok keren yang gila abis katany sih kalah tuh boyband2 Indonesia
dan punya prinsip "Kalo udah cinta soal kelamin nomor2" upssss *bisa dijitak kalo mereka baca
hahahaa sory mamen :D
dan Terakhir..... ini cewe2 imut...
kalah deh anak TK :p

Keterangan:
foto diambil di Danau Mas
kecuali foto terakhir di depan rumah si Chemyut :)

NARSIS ITU PILIHAN, EKSIS ITU KEBUTUHAN 

nb: Setelah postingan ini, akan ada cerita chika yang menghilang dari dunia blogger :D hehehe, pokoke ntar diceritain semua my new activity^^


MISS U ALL

Friday, March 2, 2012

Tentang Takdir

28 comments :
Mengawali posting dengan tersenyum
bersama pagi yang membawa aroma kebahagian

Takdir itu memang unik
mengejutkan
kadang membuat sesak
lalu kadang membuat tersenyum sendiri

Aku percaya akan takdir
dan itu kenapa aku tak menyerah
lagi-lagi menjatuhkan diriku, walaupun aku terpuruk

Aku percaya takdir,
dan itu kenapa aku memilih jalanku sendiri
meninggalkan semua kenangan, meninggalkan zona nyaman
untuk berjalan pada rintang
untukku
untuk hidupku

Lalu Allah benar-benar menyentakkanku dengan keindahan sebuah penantian
akan takdir...

Entah ini takdirku
atau sekadar perjalanan skenario yang sudah terpatri untukku

namun disini ada yakin,
walau sulit namun perjalanan nya indah

*how nice this morning! merasakan detak yang hampir ku musnahkan, thanks for coming ^^



Thursday, February 16, 2012

Pagi Ini

12 comments :
Aku berjalan...
perlahan...
menikmati hembusan angin dan rintik yang indah
langit abu, debu halus mengelus mata yang terpana

Indah,
padang ilalang menari syahdu,
menyibak rintik yang kian pasti

sudah lama tak tersenyum
menikmati aroma pagi diantara daun-daunan yang berguguran

Allah,
tak ada sesiapa disampingku
hanya bayang yang kian menyesali cerita yang ku buat menjadi kelabu
bukan sesal takdirmu
namun sesal diriku yang sering alpa darimu

aku masih berjalan,
menyusuri lorong sepi
masih dalam lirih di hati

malu, lebih serasa tak pantas
aku merinduiMu
ingin menangis memelukMu


aku masih mencium aroma pagi
lalu tersadar
Kau tak pernah meninggalkanku


~ Allahu Robbi La Syarikalah

Saturday, January 28, 2012

UNTUKMU

18 comments :



UNTUKMU

jika hujan adalah rindu
maka pelangi adalah penantian
dan...
jika rintik adalah tangis
anggap saja aku menangis menantimu


Untukmu,
    Yang menatap hujan senja ini
Pada mega kutitipkan setangkup rindu
Bukan sekedar asa yang diam-diam lama kusimpan
Sungguh, lebih dari pengharapan
Tentangmu   
    Tentangku

untuk mengenangmu,
hampir saja membucah
(mungkin pecah)
telah habis tinta mengukir senja
menanti jejakmu yang tertanam sejak purbakala

biarkan diam mewakili rasa
untuk kata yang tak dapat terucapkan
cukup saja hujan yang tahu
        aku merinduimu
        sayang untukmu



~dalam rindu.. 

~28 Januari 2011


Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML“.

Ku buat Posting Ini

19 comments :
~ 1 bulan telah berlalu...
pelan dan menyakitkan...
sesak dan menyesak

ku buat posting ini
dengan hati yang belum sembuh
bahkan semakin pilu...

ku buat posting ini
menahan sesak yang membucah
serasa ingin tumpah

ku buat posting ini
sekedar melepas rindu
untuk diri yang dulu

untuk aku yang tak mengenal sesal




ku buat posting ini hari ini... semoga esok  dan seterusnya

maaf untuk semua 


~28 Januari 2012...