Saturday, November 19, 2011

Ray and Rain

18 comments :


jika hujan adalah rindu
maka pelangi adalah penantian
dan...
jika rintik adalah tangis
anggap saja aku menangis menantimu

Tik..tik..
Tes…tes…

Kupejamkan mata… membiarkan tetesnya mereguk hangat yang baru saja penuh di mataku.  Ingin kubasah pada sejuknya yang tak pernah alpa. Tak pernah dusta bahkan selalu ada untukku disaat tak siapapun mengingatku.
Hujan. Menawarkan rindu yang tak kunjung sirna. Rindu yang  sama untuknya. Jihan, gadis manis dan senyumnya membuatku luluh. Hingga remuk dan runtuh. Namun kini tinggal bayangan, kenangan kelam.

Aku memanggil hujan, berteriak pada mega “Tumpahkanlah, ledakkan sesak yang membuncah dan ingin pecah” aku telah kembung dengan kata bernama “cinta”, enyahkanlah rasa dari diriku. Aku tak sanggup harus menjadi pesakitan seperti ini.

Hujan semakin menderu beradu dengan teriakanku yang kian pilu.

“Maaf!” ada keraguan pada matanya saat mengatakan kata yang tak pernah kuinginkan. Ia tahu aku akan hancur. Bahkan lebih dari itu, aku serasa hilang tanpanya. Ia menangis menatapku kosong. Lalu berteriak…

“Ray, you can without me!” ia memukul pundakku yang rapuh. Mengguncang-guncangku yang tak sanggup lagi untuk berkata.

“Without you!”

Tidak. Tidak akan semudah itu dan tak akan pernah Jihan. Utuh-utuh ku berikan hati ini untukmu, bahkan tak ada yang tersisa untuk diriku sendiri. Kau yang pertama dan kau yang selalu ada. Membuka matapun aku tak sanggup jika bukan karenamu.

“Jihan!” aku memanggil namamu untuk yang terakhir kalinya. Berharap kau menoleh lalu menangis di bahuku, kembali padaku.

Kau tak menoleh. “Maaf” hanya itu yang kau katakan dan pergi.  Hanya bayangmu kian menjauh di antara ilalang.
Aku kaku, berdiri menanti hujan menghilangkan rasaku. Kau dan takdir seolah mempermainkanku. Kenapa harus ada rasa sedalam ini? Untuk apakah kata “sayang” yang tak pernah alpa darimu. Inikah?

Kupejamkan mata yang kian menghangat.

Biarkan saja hujan yang berkata. Anggap saja aku telah sirna. Berlayarlah tanpaku, dan kukatakan lagi, aku akan menanti, hingga hujan menghilangkanku. Rasaku. Dan dirimu.

Izinkanlah aku tumpah!

arghh.... suaraku tak mencapaimu
aku kan merelakanmu
wahai nada tertinggi... penyemai haru
namun... akan kurampungkan sketsa rindu
dan ku kembalikan padamu....
tiadakan aku…
bahkan dalam mimpimu


18 comments :

  1. Jika rintik adalah tangis, anggap saja aku menagis menantimu...Ah, saya merasakan kepedihan yg mendalam dari setiap kalimat yg kau tulis...
    Kehilangan sahabatkah?

    ReplyDelete
  2. Speechless deh Chik... bingung mau koment apa, abis kata-katanya dalem banget hihi... cocok nih klo alurnya dipanjangin tuh jadi Novel :) tapi ngomongin soal Hujan, aku juga termasuk yg paling suka nikmatin Hujan kok :) malah kadang suka bego sendiri moto-motoin Hujan :)

    Have a Nice Weekend Chika...

    ReplyDelete
  3. Apa ini ada lanjutannya Chik? masih penasaran nih,

    ReplyDelete
  4. @ Ajeng: kayanya gak ada lanjutannya deh, soalnya udah gak ada cerita yg ng'gantung hhi..

    OOT: yg kemaren, si gaphe belum ngabarin, tapi si dia emank udah ganti Blog, aku lupa Chika gak make G+ nanti url barunya si dia aku sms deh ya Chik... :)

    ReplyDelete
  5. Aduh bener2 salah ngasih link aku, maaf Chik, tadi aku sempet copas link itu kepostinganku makanya kebawa tuk koment haha... :) maaf sekali lagi...

    ReplyDelete
  6. ngomongin hujan ya.. pas musim hujan nih

    ReplyDelete
  7. yuhuuuu pa kbr adik ku??

    hmmm... dalem banget kata2 dalam cerita nya,, semoga hanya di cerita saja ya,,,jgn sampe k dunia nyata,,hehehe,, tetap semangat!! gimana? nih kbrnya dik sarjana? apa kegiatan sekarang?

    ReplyDelete
  8. Waaaah Chika...
    bait pembuka di atas keren bangeeeeeettt

    ReplyDelete
  9. Kunjungan balik y gan ^^
    Thx infonya

    http://4share-information.blogspot.com

    Salam blogger Indonesia
    Jangan lupa komentarnya ^^
    Lebih baik saling menyapa sesama blogger Indonesia

    jangan lupa follow jga ^^
    ( bila berkenan )
    Atau subscribe
    Pastinya akan saya foll back / subscribe back
    Happy blogging and selalu berkunjung

    ReplyDelete
  10. Mantap betul untaian kata katanya !!

    Hujan memang ga ada matinya buat mengilhami dalam membuat kata kata.

    Salam hujan.. .

    ReplyDelete
  11. seperti biasa, kata-katanya selalu berat dan dalam.

    ReplyDelete
  12. Adeek, maaf kmrn ga bales smsnya. insyaAllah cm butuh waktu buat rehat, hehe...

    Oya, yg bentangpustaka jd ikutan?

    ReplyDelete
  13. hiks.....hiks.....
    kata sayang yang tak pernah alpha kau ucapkan....so sweet.....

    ReplyDelete
  14. errr... sedih deh baca ini... :(
    apalagi awalnya yang ini
    "jika hujan adalah rindu
    maka pelangi adalah penantian
    dan...
    jika rintik adalah tangis
    anggap saja aku menangis menantimu"


    T_T

    ReplyDelete
  15. wah mantbs nih artikel boleh tuh share ke tmpat ane ya dan salm silaturahim bang atau bu

    ReplyDelete