Monday, September 19, 2011

First Love ~ You're the Only One

36 comments :




And I miss you, like the deserts miss the rain

Hujan. Aku selalu suka hujan, apalagi saat titik-titik airnya mengembun diantara kaca jendela kamar. Alunan nya merayu mengajakku menari bersamanya. Dari balik jendela yang basah, ada bayang Cia tersenyum melambaikan tangan. Hahaa, aku tertawa, sepertinya Cia membuatku gila.

Cia juga suka hujan, ia bahkan sering mengkhayal bermain petak umpet bersamaku kala hujan. Aku yang jaga, dia yang ngumpet. Begitu katanya, lalu berharap aku akan kebingungan mencari sosoknya yang tak kunjung tampak. Cia juga berkhayal aku akan menangis karena tak menemukannya. Lalu berfikir aku akan kehilangannya. Dan pada saat itu, Cia datang dan memergokiku, lalu aku mengakui bahwa aku takut kehilangannya. Hahaa.. aku kembali tertawa, lalu tersenyum memandangi bayangnya yang masih tersenyum dari balik hujan. Cepatlah datang Cia.

Well Cia, inilah takdir yang bahkan tak kuharap sebelumnya, namun begitu kusyukuri untuk saat ini. Tuhan emang punya cara sendiri untuk buatku lebih dewasa, ku harap Alice, Tuhan mengirimkan Cia. But, thanks God. Buket bunga telah kupersiapkan, sekiranya bisa menyandingkan senyum indahmu untuk perjumpaan kita yang tertunda. 7 tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah rindu dan penantian yang kusimpan. Bukankah begitu rindu yang juga kau rasakan? Kuharap rindu kita sama. 7 tahun juga, aku simpan keberanian untuk mengakui bahwa kau telah berhasil membuatku mengakui bahwa cinta yang selama ini membuatku terpuruk, bukan seperti yang selama ini aku rasakan. Keven yang sekarang bukan Keven yang dulu. Dan itu berkat kamu Cia. Setidaknya Tuhan sudah menakdirkan kamu untuk jadi pahlawan bagi Keven yang terpuruk. Walaupun selama ini hanya huruf-huruf dimonitorlah yang mewakili. 

Tapi aku tahu, you’re so real. J

Jika saja, dering telpon tak berbunyi, rasanya aku masih saja terus tersenyum memandangi bayang Cia dari jendela kamar.
Pagi belum beranjak, ini tak mungkin telpon dari Cia. Kami akan bertemu sore nanti.

“Hallo” suara lembut seorang wanita dari seberang yang entah dimana terdengar begitu syahdu.
“Ya Hallo”
“Keven!!!”
“Ya?”
“Ini Alice,” Mozaik ingatanku perlahan menyatu, membentuk sebuah kenangan manis. Alice, nama yang selama ini aku cari dan aku khayalkan hadirnya. Nama yang juga mempertemukanku dengan Cia, lalu kenapa tiba-tiba….

Ahh… Takdir lagi-lagi membuatku bingung. Bayang-bayang Alice berputar mengusik mood ku yang telah tertata rapi untuk Cia.
***

Bukan hanya aku dan Cia yang menyukai hujan. Alice juga, aku masih ingat saat pertama kali hati polosku terisi oleh senyum alice. Saat itu hujan baru reda, bau tanah basah yang paling aku suka tercium juga seperti saat ini.

Tempat aku duduk saat ini masih belum berubah, TK yang menyoretkan berjuta kenangan untuk bab cinta hidup ku,  namun gadis yang ada disampingku telah berubah menjadi gadis dewasa. Dan ia pun telah menemukan lelaki yang mengisi hatinya. Alice menyodorkan Ice Cream padaku, aku tersenyum.

“Rasanya, setiap yang ku lakukan selalu ada kenangan tentang kamu, Keven!” Alice melumat Ice Creamnya terburu-buru.

“Seperti ini,” aku mengedip pada Alice lalu menyoletkan Ice Cream punyaku ke pipinya.


“Ahaa… kamu masih ingat,” Alice tertawa renyah.
“Mana mungkin aku lupa.” Aku tersenyum
“Ya mana mungkin kamu lupa, walaupun sudah ada Alice yang lain,” Alice tertawa lagi.
“Bukan Alice yang lain, tapi memang orang lain. Kau juga tak akan lupa dengan Keven, si Ganteng ini kan,” aku mengedip genit.
“Mana mungkin aku lupa.” Alice sepertinya mencontoh ucapanku.
“Ya mana mungkin kamu lupa, walaupun sudah ada Keven yang lain. Hahaa…” aku tertawa. 


Lalu seketika Alice menjambak rambutku. Dan berakhirlah pagi ini dengan colet-coletan es krim dan kejar-kejaran. Ahh… Alice andaikan masa kecil yang kita habiskan berdua lebih lama. Mungkin kita tak perlu bertingkah seperti anak kecil, dan orang-orang menertawai tingkah kita yang konyol seperti saat ini.

***

Hahaa.. aku terlalu konyol jika berfikir Alice sama terpuruknya sepertiku saat kehilangannya. Mungkin ia sempat sakit kehilanganku. Namun waktu mengobatinya lebih cepat, begitupun aku. Cia mengobatiku. Aku tak sabar menyambut kedatangannya.

Perasaan ini tak bisa diungkapkan. Rindu ini membeludak di ubun-ubunku. Dadaku berguncang hebat, lalu keringatku tak berhenti mengalir. Ini terlihat berlebihan, Cia baru tiba di Indonesia sekitar pukul 04.00, namun aku telah menunggunya sejak pukul 02.00. sekarang masih pukul 03.00. satu jam lagi serasa lebih lama dari 7 tahun kerinduanku. Keven ada apa denganmu,sisi hatiku yang lain tertawa terpingkal-pingkal, dan yang satunya mendengus kesal.


Aku terlihat begitu bodoh. Bolak-balik bandara tak tentu arah. Duduk, berdiri lagi, lalu melihat-lihat kerumunan orang yang sibuk sendiri. Lalu kuputuskan untuk mencari makan di tempat terdekat, haha.. aku hampir lupa kalau seharian ini aku hanya makan ice cream bersama Alice. Betul kata orang, cinta bisa bikin orang lupa makan :p

***

Seorang gadis melambaikan tangannya padaku. Ia tersenyum, wajahnya merah merona. Aku pun tersenyum dari kejauhan. Aku tahu itu Cia, rindu yang kusimpan selama 7 tahun lamanya. Tak sabar kaki ku melangkah mendekatinya.

Gadis itu terus melambai, aku tertawa riang. Inikah indahnya sebuah pertemuan. Aku ingin segera melihat wajahnya dari dekat. Lalu menghabiskan hari, bercerita tentang aku dan dia. Hanya kami berdua.
Namun, perlahan wajah gadis itu berubah kelam, ia terlihat ketakutan dan berteriak…

“Keven…”

BRAAAK….

Entah apa yang telah terjadi padaku. Semuanya hitam lalu berubah putih. Hanya kosong dan putih yang kutemukan. Aku meronta, rasa sakit menjalari semua tubuhku. Aku mendapati diriku terkapar pada ruang kosong. Tak ada siapa-siapa… dimana Cia… harusnya saat ini aku menemuinya dibandara.

Ahh aku tersadar, aku terdampar pada sebuah tempat, yang entah aku pun tak tahu. Air mataku menitik. Benarkah ini sebuah pengakhiran akan takdirku, tak bisakah sebentar saja menemuinya. Cia, aku hanya ingin melihat senyumnya terakhir kali lalu mengatakan terimakasih padanya. Hanya itu… aku mohon…

Tak ada yang berubah selain putih, lalu aku pasrah. Aku teringat kembali kata-kata Cia  When you said that you love someone, you are making a promise. A promise, of a lifetime. Make sure you remember that.

Dan aku begitu merindukannya.
Will you?

"Keven...." Aku tersadar. Sakit menjalari seluruh tubuhku. aku baru ingat saat aku ingin menghampiri Cia, sebuah mobil menghempaskan tubuhku. Lalu aku tak ingat apa-apa. Dan sekarang, Kulihat Cia sudah berada disampingku, dan kuharap ini bukan mimpi.

Kulihat wajah Cia pasi... aku tahu dia mencemaskanku.  Cia menangis sesenggukan...

"Aku mencemaskanmu," Jika saja tanganku tak diperban ingin sekali kuhapus air matanya. Tenang saja Cia, Aku.. Keven tak selemah itu. 

Aku tersenyum. Terimakasih Tuhan untuk membuatnya ada disampingku. 

Hujan kembali jatuh membasahi rinduku yang membuncah. 
Kini Cia bukan lagi bayang diantara hujan. 
Dia ada disampingku... 
Terimakasih Tuhan


you're always gonna be my love
I'll remember to love you taught me how
you're always gonna be the one
now and forever



Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba "First Love ~ Create Your Own Ending" yg diadakan oleh Emotional Flutter dan Sequin Sakura

catatan untuk Keven: 
Jujur ini cerita yang chika buat sedikit ngehayal hihii...(nah lho kan emang ngayal) :p Cerita ini sedikit harapan buat Keven dan Cia, walaupun dalam cerita Keven yang sebenarnya, takdir sudah menentukan jalannya.
 4 Jempol untuk Cerita First Love nya Keven. Chika ampe sesak bacanya :(
Smoga pembaca suka dengan cerita lanjutan ini^^


36 comments :

  1. Kok aq malah mikir ini bisa dikirimkan buat cerpen UNSA award ya, dek? ttg kesetiaan kan? :P

    ReplyDelete
  2. @mba Ila
    ehh emang unsa award tentang kesetiaan ya??
    wkekeee :D

    ReplyDelete
  3. Iya katanya gitu. belum ada ide ini buat nulis, haha... ntar aja dah.. :P trakhir tanggal 30, dek. mau ikutan? ;)

    ReplyDelete
  4. Wahhh...keren Chik kisahnya, pgn ikutan jg tapi blm ada ide hihihi...

    Gudlak ya Neng ;)

    ReplyDelete
  5. wuah wuaaah wuaaah

    semoga beruntung.... :D

    ReplyDelete
  6. bagus ini kisah! tre bona! Mi tre shatas vian artikolon :)

    ReplyDelete
  7. lagi gak semangat ikutan kontes,dukung chika aja deh :)

    ReplyDelete
  8. Indah banget ceritanya, hehehe. It was very nice of you =)

    Thanks udah ikutan yaaa

    ReplyDelete
  9. good i like it. same as my real story

    ReplyDelete
  10. it's been 7 years but i miss her, still. Still many years to go for sure but i will live with, if i should, her shadow the whole of my life. love always has its reason of making someone a fool but ... Oh God my last 7 years? i'm always so in love with her

    ReplyDelete
  11. wow..keren critanya, chika..good luck ya.. :)

    ReplyDelete
  12. hujaaaan???
    jadi inget pelem Rain Man dahulu kala
    hmmmm
    cari traillernya aaah

    ReplyDelete
  13. kalo ga salah aktornya
    Tom Cruise dan Dustin Hoffman

    ReplyDelete
  14. Kalau urusan fiksi sih... Chika jagoannya. Gak heran aku jika tulisan ini bakalan menang.. :)

    ReplyDelete
  15. Wah... tambah keder deh tuk ikutan kontes ini...
    Tulisan Chika jago banget... :D

    ReplyDelete
  16. beberapa postingan meriview novel ini, tapi gmbaran yang dipaparkan Non Chika lebih menghanyutkan. Udah ceritanya keren, yang ngreview jago nulis. Klop dah

    ReplyDelete
  17. Hihihi..
    saya juga lagi nulis ttg cinta nih :D

    ReplyDelete
  18. kerenn banget chika, mang chika mah jago deh kalo nulis gini2 hehe aku aja nyerah yg ini gak ikutan :( sibuk bgt skrg :(

    Good luck ya chika

    ReplyDelete
  19. woahaaa.. bagus mbaaa tapi rada kurang greget kalo menurut saya, mungkin terlalu banyak bahasa yg klise. atau saya yg udah terlalu lama ga baca tulisan dengan gaya bahasa ginian ya (?) *efek mahasiswa teknik*

    tapi semoga menang yah mbaaaaa =)

    ReplyDelete
  20. gak bisa komen , karna jalan cerita ini sudah hampir mendekati sempurna.
    menunggu endingnya seperti apa..

    ReplyDelete
  21. wah ikutan juga. keren keren..bisa menanng deh.

    ReplyDelete
  22. wow... keren dan luar biasa... semangat kamu dan dedikasi kamu...
    panjangnya tulisan ini luar biasa,,,,
    kamu bikin cerita yang menarik dan tentu kisah ini memang hidup sekali... ternyata memang ada kisah yang diangkat yah...
    kamu hebat, chika... aku dukung untuk kemenangan dan keberhasilanmu yah ^___^

    ReplyDelete
  23. Chika, ini kunjungan pertamaku dan kereen bgt postingannya.. dapet crt dgn sudut pandang berbeda (tergantung penulisnya) jadi seru bacanya

    ReplyDelete
  24. kalo dsuruh bikin cerita fiksi...chika dech jagonya...keren banget.....smoga menang yachh...kayaknya menang nechh...aamiin

    ReplyDelete
  25. Nice story... Ada gak ya orang yang kaya Keven yang kangen banget sama aku...

    ReplyDelete
  26. Cerita yang indah, seindah hujan yang juga ak sukai.

    Semoga beuntung diacaranya "First Love ~ Create Your Own Ending" yg diadakan oleh Emotional Flutter dan Sequin Sakura.

    Salam.. .

    ReplyDelete
  27. kereen.. ^^ selamat ya akhirnya kamu menang lombanya hehehe :)

    ReplyDelete
  28. Karya sang pemenang ;) keren ceritanya Chikaaa *jempol*

    ReplyDelete