Thursday, September 8, 2011

Ai and Mi #1

9 comments :


Aku berjalan malas mengikuti Mi… 
 
Kakiku terasa kaku saat menginjakkan kaki ke pelataran masjid. Bibirku kelu lalu membisu. Apalah aku hingga merasa pantas menginjakkan kaki di tempat yang harusnya tak ku masuki. Bahkan hingga saat ini, aku terus saja menolak pendapat Mi bahwa Allah itu selalu ada. Selalu mendampingiku. Untuk apa aku ikut Mi memasuki tempat ini jika aku saja tak yakin akan apa yang kulakukan. 

Tapi lagi-lagi Mi selalu punya cara untuk merayuku.
“Saat ini mungkin belum yakin Ai, tapi nanti perlahan akan ada keyakinan itu, akan ada ketenangan disini,” Mi tersenyum simpul. Menyuruhnya mengikuti gerakan wudhu yang sebenarnya sudah sangat kuhafal, namun memori itu kusimpan rapat-rapat hingga tak ingin kuingat. 

Kata orang aku hanya Islam KTP saja. Namun Mi tak berkata demikian. “Kau hanya belum meyakini sepenuhnya Ai, Mi yakin suatu saat nanti Ai akan menemukannya,” sebenarnya ku akui selain sepi, Mi juga menemaniku. Mi dan Sepi selalu saja berlomba-lomba menggodaku dan memenuhi hariku. Namun, lagi-lagi ku akui, sepi lebih hebat dari Mi. sebut saja Mi sahabat keduaku.

“Ayo Ai… kalau lupa ikuti saja aku ya,” Mi menuntunku untuk berdiri disebelah kananya.

“Allahu Akbar,” suara Mi terdengar pilu, mendobrak relung-relung hatiku yang kian hancur. Aku tahu setelah itu Mi membaca alfatihah dengan lirih. 

Aku rapuh, kenangan itu mengoyak pikiranku. Aku ingin Mi menghentikan semua ini. Namun, aku terlanjur masuk dalam labirin yang ku ciptakan sendiri. Bayang-bayang Mama, Ayah, Ade Syifa berputar bergantian mengelilingi pikirku.


9 comments :

  1. kadang kita memang terlalu mendunia hingga lupa bagaimana cara menikmati dunia :(

    ReplyDelete
  2. aduh, nanggung ceritanya, jadi penasaran...

    ReplyDelete
  3. hi..salam kenal..blogwalking...nice post

    ReplyDelete
  4. baru bacaaa ini tapi tadi udah buka cerita sebelumnya :D
    larut dalam kesendirian kadang bs melupakan banyak hal ataupun orang :D

    ReplyDelete
  5. Tetap yakin bahwa Tuhan akan selalu hadir untuk kita :P

    ReplyDelete