Saturday, August 20, 2011

Kemantin Lewat

15 comments :

ada yang tahu gambar apa ini???
yaaa benar sekali itu gambar LIPAN hehe,,

Lipan adalah hewan arthropoda yang tergolong dari kelas Chilopoda dan upafilum Myriapoda. Kelabang adalah hewan metameric yang memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa, dan termasuk hewan nokturnal.(sumber disini)

Nah kalo hujan, entah kenapa biasanya banyak lipan disekitar perkarangan rumah chika,. Mungkin karena di sekitar rumah banyak pohon-pohon dan kayu-kayu yang agak lembab... Bahayanya kalo gx sengaja si lipan bertandang ke teras atau perkarangan rumah, nah kalo kena gigit kan berabe -.-' APalagi minggu ini di bulan ramadhan, agak sering hujan gitu, jadi lipan-lipan lebih sering terlihat...

Beberapa hari yang lalu adik chika (sii tiud) hampir kena sasaran, saat asyik nyapu halaman tiba-tiba ada lipan di depan nya... kontan saja sii tiud berteriak sembari memukul lipan dengan sapu... Tapi yang namanya lipan gx akan mempan kalo dipukul pake sapu ijuk,,,
chika yang lagi di kamar juga panik, langsung aja ke teras rumah untuk ngelihat apa yang trjadi, walaupun lipannya tergolong kecil, tapi  bisanya lipan cukup berbahaya -.-'

tiba-tiba ibu-ibu tetangga langsung ngeloyor didepan lipan yang masih ditimpuki sapu ijuk
dengan gaya yang sangat lucu (tak bisa diungkapkan dengan kata-kata) beliau bernyanyi sambil bertepuk tangan

Si Ibu (menari, bernyanyi dan bertepuk tangan) : "Kemantin (baca: pengantin) lewat... kemantin lewat...."
Chika dan Adek : (kebingungan sambil nahan tawa dan cemas)
Si ibu (masih menyanyi) : Kemantin lewat.. kemantin lewat....
Adek : kok nyanyi "kemantin lewat bu?"
Si Ibu : ssst... "kemantin lewat... kemantin lewat.... biar lipannya diam..."

sontak saja kami tertawa melihat tingkah aneh si Ibu disusul juga dengan tetangga lainnya ikutan bernyanyi "kemantin lewat.. kemantin lewat" hingga lipan itu hanya diam saja walaupun sapu ijuk sudah dipindahkan, perlahan ayah mengambil parang dan lipan itu pun tak berkutik....

Hahaa... aneh bin ajaib, entah dari mana asalnya, konon katanya kalau ada lipan, cukup bernyanyi "kemantin lewat.. kemantin lewat" maka lipan itu akan diam dan tidak bergerak kemana-kemana... wkekee... walaupun hal ini gx bisa chika nalar dengan logika hehee...  :D

Nah... ada yang punya pengalaman dengan lipan???
ada juga gx yang nyanyi "kemantin lewat" kalo ada lipan???
HAhahaa.. ada-ada aja :D




Friday, August 12, 2011

SIDANG SKRIPSI KELAR

19 comments :
Assalammualaikum wr.wb^^
alhamdulillah... segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
hari ini gx henti-hentinya berucap syukur,
senang banget^^
Kamis kemaren, tepat tanggal 11 Agustus 2011 Pukul 09.00
Chika Rei telah berjuang dalam sidang skripsi.... MERDEKA :D


Alhamdulillah lagi, ujian nya berjalan lancar, walaupun saat itu chika lagi sakit (batuk, flu n demam). H-1 ujian skripsi chika batuk-batuk gx berhenti, akhirnya periksa ke klinik Asy-syifa kata dokternya chika radang -.-' untunglah habis minum obat, batuknya reda dan bisa tidur walaupun belajarnya masih nggak maksimal...

Awalnya ampe cemas dengan satu dosen penguji yang dulu chika punya masalah ke dia, ngeliat teman keluar ruang sidang bersimbah air mata jadi tambah cemas.... belum lagi denger cerita teman yang bab 4 nya disuruh rombak dan analisis ulang...  Duhh gx bisa dideskripsikan rasanya waktu itu... Gx ada lagi yang bisa dilakuin selain cuma berdoa... Baca do'a robithoh berkali-kali, supaya Allah melembutkan hati dosen-dosen itu....

"I Believe..." lagu Maher Zain yang ini juga terngiang-ngiang...

Well... semuanya berjalan lancar.. ^^ cuma sedikit saran dan perbaikan saja.... Doa Ayah Ibu, Doa Teman-Teman, juga usaha kita digenapkan do'a ternyata tidak sia-sia.... terimakasih untuk semua yang sudah mendoakan^^

Akhirnya.... setelah ini chika bisa meluangkan waktu untuk kembali menulis... ngejar deadline lomba...
dan tentunya BLOGWALKING>> kegiatan yang sudah lama ditinggalkan hahaaa...
maaf ya kmaren2 gx pernah blogwalking hihiii *jadimalu*

sekian dulu kabar gembira hari ini^^
semoga semuanya juga diberkahi kebahagian di bulan Ramadhan ini

wassalammualaikum  wr. wb ^^


Monday, August 8, 2011

Tentang Seorang Pejuang

15 comments :

"Allahuakbar," subuh pecah bagai lolongan serigala. Derap-Derap langkah menerobos jalanan sunyi, hati-hati telah bergemuruh oleh semangat perjuangan. MERDEKA ATAU SYAHID. Dua pilihan yang harus dipilih oleh pemilik negeri terjajah ini. Tidak ada pilihan lain jika mereka tidak ingin disebut sebagai pecundang. Membiarkan  keringat bercampur darah pejuang tersia-siakan adalah hal yang paling pengecut.

Akbar merekatkan tali sepatunya. Dengan sedikit bisikan bismillah ia berjalan tegap, berkumpul dengan pejuang yang lain. Ya, Pejuang, ah.. rasanya tak ada kata yang lebih indah daripada mati sebagai pejuang pikirnya. Ia tak punya banyak kebaikan di dunia, lagi-lagi ilmu yang luas tentang agama untuk menjaminnya di akhirat nanti. Namun, dengan sebuah sebutan "pejuang" ia rasanya tak lagi takut untuk menghadapi kata MATI.

Rintik mulai kentara saat Akbar melewati sebuah perkampungan sunyi, konon katanya-katanya kampung ini akan dimasuki tentara berkulit putih. Sebelum para penjajah itu tiba, kampung ini harus dikosongkan. Adalah  Rosman, seorang nelayan muda yang tampak berjaga-jaga di sebuah rumah bambu.

"Kemana orang-orang?" tanya Akbar mulai terlihat cemas.
"Sudah mengungsi," jawab Rosman dingin.
"Kemana? bukankah sudah ada utusan yang mengabarkan bahwa warga harus mengungsi ke tempat yang aman!"
"Tidak ada lagi tempat yang aman di negeri ini !" Rintik berubah hujan, jalanan mulai basah dan Akbar semakin cemas. Dari kejauhan bunyi tembakan memecah langit, keringat Akbar berjatuhan. Ini pertama kali ia diberi kepercayaan untuk menyelamatkan warga, sedang saat ini, ia bahkan tak bisa berbuat apa-apa.

"Apa kau ingin semua orang tak bersalah mati?" Akbar memaksa Rosman memberi tahu dimana warga-warga. Dengan helaan nafas, Rosman menelusuri hutan di belakang kampung. Tampak wanita dan anak-anak menggigil ketakutan. Wajah mereka pasi, mata mereka kosong. Ah.. harapan, bisakah kau memberikan secercah sinarmu pada wajah-wajah penantian ini.

Dengan sigap Akbar memberi komando pada Rosman untuk menelusuri jalan bawah tanah yang telah dipersiapkan Serdadu Syahid,
"Dan kau?" Rosman bertanya heran.
"Aku akan memastikan tentara jahanam itu tidak menemukan kalian." Akbar menatap langit yang masih kelabu. Lalu ada hangat yang mengalir dipipinya.

Dengan setengah hati Rosman menuntun warga memasuki sebuah tong yang didalamnya ada serupa jalan bawah tanah untuk pelarian warga. "Jalan itu akan bermuara pada tepi pantai, akan ada pejuang lain yang akan mengantarkan kalian ke tempat yang aman." begitu kata terakhir Akbar yang di ingatnya.

***
Fajar menyingsing kelam, ada cahaya menerobos masuk diantara celah camp penampungan. Ini kesepuluh kalinya Rosman bertanya pada para pejuang. "Apakah Akbar sudah kembali,?" tak bisa dipungkiri walaupun sempat kesal, Akbar dan Rosman adalah sahabat baik. Akbar sudah dianggapnya sebagai kakak sendiri. Akbar bersikeras untuk bergabung dalam Serdadu Syahid, sedangkan ia tahu, ia akan mati.

"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un," sebuah suara lirih terdengar sendu dari balik pohon jati. Pemimpin Serdadu syahid menyeka air matanya, memandangi Rosman dengan pilu.
"InsyaAllah syahidnya akan dibalas dengan surga," Sang Pemimpin itu menepuk pundak Rosman yang berguncang hebat.

Semua mata sembab saat jasad seorang pejuang tiba dengan penuh darah. Pagi ini, disini....satu Pejuang telah gugur.
"Allahuakbar...." Mereka bertakbir hingga langit ikut bergunjang. Tidak ada darah dan air mata yang tersia-sia.

***
Aku hampir tak berkedip mendengar cerita Bak Uo, seorang mantan nelayan tangguh yang tak lain adalah kakekku. Walau usia telah membuatnya kian rapuh, aku masih melihat sisa-sisa semangat perjuangan pada raut wajahnya. Ia sampai berkeringat mengenang kembali memori perjuangan yang tak akan ia lupakan hingga ia menyusul Akbar. Begitu katanya.

"Anak muda sekarang jarang yang seperti itu, kalau anak muda sekarang dihadapkan pada situasi itu, mungkin malah memilih melarikan diri daripada menolong orang hahaaa," Bak Uo terkekeh hingga terbatuk. Aku hanya tersenyum pilu. Adakah kita mengingat arti sebuah Kemerdekaan? atau hanya sekedar kata untuk diumbar lalu mengaku sebagai bangsa yang menghargai para pejuang? Entahlah, tanyakan saja pada rumput yang bergoyang, atau pada tanah tandus yang gersang. Karena mereka tahu darah dan airmata tumpah ditanah ini. 

The End


Baru tahu info ada lomba ini hehee, jadi buatnya mendadak, semoga pembaca suka^^


Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Blogger Bakti Pertiwi yang diselenggarakan oleh Trio NiaLidyaAbdul Cholik.

Sponsored By :



Saturday, August 6, 2011

Up Coming Book (Bilakah Tuhan Jatuh Cinta)

15 comments :




Alhamdulillah, tulisan chika lolos di Event FTS Kekuatan Cinta dan Doa dengan judul "Hanya Ibu"
jadi antalogi ke empat ini^^
*semangat2*

Upcoming Book!
Dari Event FTS Kekuatan Cinta dan Doa,
BILAKAH TUHAN JATUH CINTA
Penulis: Dian Nafi dkk
Penerbit: Hasfa Publishing
ISBN 978-602-9160-17-8
150 hlm
Rp 38rb

Sebentuk hati adalah ruang cinta yang tak bisa dimengerti selain dilakoni saja. Maka harus bersinergi dengan akal dan nafsu, sebagai unity triads of life. Ketika itu tercapai, saat itulah cinta bersemi. Jika sesaat saja begitu dahsyat. Apalagi setiap saat.
Pikirkan saja sendiri, kalau kau mampu (merasakannya, menjadi lebih bijak)

Cinta adalah ungkapan, maka bahasa menjadi keterbatasan untuk melintas hingga menerabas batas. Sesaat iklas sudahlah mengungkap dan menangkap cinta untuk dilepasbebaskan lagi. Karena cinta itu dibebaskan, membebaskan.

Dalam dan dengan cinta, manusia jatuh cinta, mempertemukan. Maka simpul pertemuan itu harus dilepas agar cinta itu menjadi : menjadi adanya cinta, cinta se-ada-nya. Mungkin keberhasilan sinergi hati, akal, dan nafsu menjadi energi cinta, dan ketika bereaksi dalam interaksi waktu akan berubah menjadi cahaya dalam proses hidup, yang dibahasakan (dalam keterbatasannya) sebagai “cinta”.
Cinta itu bisa menjadi begitu pelik. Maka lihatlah dengan sederhana, karena Tuhan pun sangat sedehana. Apalagi cinta-Nya.

All Penulis BTJC : Harlis Setyowati. Ana Monica. Nuraini latifah. Ummu Salma. Windy Asriani. Ayicha Sheila. Winarto.Sri Mulyaningsih. Mohammad Ramdhani. Amma O Chem. Dinu Chan. Dee An. Arif Zunaidi Riu Aj.Lestari. Asri Andarini. Inggang Perwangsa. Putri Hasyim. Elly Romdliyana. Haziah Ans. Kiandra Aesha. Intan Daswan. Yudith Fabiola. Prima Dwi Nanda. Erni Ratnawati. Lintang Kelana. Neny Silvana. Nur Aini Fa. Riana Sriwijayanti. Rela Putri Pamungkas. Mukti A Farid. Ila Rizky Nidiana. Ragil Kuning. Dwi Puspa Nurya. Minarni Solikhatun. Chika Rei. Nessa Kartika. Muzzamilah. Ainun Kurnia. Tsuraya Widuri
Imroatul Aziza. Dwi Aprilytanti. Leila Rizki Niwanda. Triana Dewi. Xanjeng Nura. Rurin Kurniati. Amanda Ratih Pratiwi. Dwi . Haris Firmansyah Hirawling. Sigit Dwi Wintono. Ney Lee. Fauziah Harsyah. Agnety. Molzania. Taufiqurrohman Hariri. Riana Yahya. Ade Batari. Siemalla Nenny Makmun. Iban Robani. Okti Li. Yanti Nurohmayanti. Victoria Ivy Tansil. Ihsanul Fikri. Damia B Gatimurni. Nailul Fitr