Thursday, April 21, 2011

Kartini Digital, Cerdas dan Kreatif

16 comments :


Membaca biografi Kartini
membaca figura cakrawala dalam sejarah buku-buku berdebu
menyibak kenangan lusuh yang terlupa
pada olesan makeup menor
membongkar selaksa ketakperdayaan masa lalu
sembari mengenang revolusi yang pernah hinggap
dalam lipatan kening berminyak

Dibalik lelaki yang hebat pasti ada wanita yang hebat. Tidak bisa dipungkiri pernyataan ini benar adanya. Seorang wanita walaupun tampak lemah secara lahiriyah, ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa dari dalam dirinya. Wanita, sebagai seorang isteri dan seorang Ibu di rumahnya mempunyai peran ekstra, dan punya tanggung jawab berat untuk mendidik anak-anaknya, dan tentunya mendidik bangsa ini 

membaca biografi kartini
kita menyaksikan berjuta harap telah terangkai
pada teriakan serak ibu di dapur, memutar keangkuhan menara diskriminasi
hingga di seantero dinding kota dan real etalase
yang terpampang hanyalah emansipasi
spanduk-spanduk mengetik pada koran dan media massa
dahsyat tenggelam dalam semangat kebebasan

“Emansipasi” Jangan Jadikan Alasan
Menurut kamus Ilmiah popular “Emansipasi” adalah gerakan untuk memperoleh kedudukan, derajat serta hak dan kewajiban dalam hokum bagi wanita. Lalu, saat ini semua wanita berkoar untuk menuntut kebebasan, para wanita pun terpacu untuk mengejar karir, meski hanya untuk meraih symbol status. Padahal tanpa disadari, banyak hal yang mereka petaruhkan, termasuk kadang tak menyadari bahwa mereka menjadi komoditas, para wanita dieksploitasi. Di media elektronik atau media cetak wanita dijadikan barang dagangan utama. Lalu inikah yang disebut emansipasi? Para ibu gagal mendidik anak-anaknya sehingga mereka menjadi anak yang terabaikan, baik dari segi pendidikan, perhatian dan akhlak. Jangan jadikan emansipasi sebagai alas an untuk melepaskan tanggung jawab sebagai seorang wanita dan sebagai seorang ibu 

Ibu Rumah Tangga, Pekerjaan Terhebat!
Bagi sebagian wanita, bekerja atau beraktivitas di luar merupakan kebanggan tersendiri. Dan tak jarang para wanita berpikir bahwa pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga adalah pekerjaan yang membosankan, ketinggalan zaman dan tidak berkelas. Padahal jika ditelaah lebih mendalam, menjadi seorang ibu adalah pekerjaan paling mulia, paling berat dan paling hebat/ seorang ibu merangkap menjadi guru, perawat, koki handal, psikolog, bahkan menjadi tukang pijit yang dibumbui kesabaran dan kasih sayang, dan Cuma ibu lah yang bisa melakukannya 

Lalu apakah dengan tanggung jawab besar di pundak seorang wanita, ia tidak bisa berkarya? Tentu saja tidak, sama halnya seperti seorang pria wanita juga bisa berkarya, menunjukkan potensi-potensi hebat yang ada dalam dirinya. Islam pun tidak melarang hal ini. Hanya saja seorang ibu harus mampu mensinergkan perannya dan keluargalah yang harus menjadi peran utama Banyak tokoh wanita inspiratif yang bisa kita lirik ceritanya, seperti Asma Nadia, seorang penulis novel inspiratif, ^^ dia wanita, tapi dia bisa menunjukkan karya-karyanya, tanpa meninggalkan kewajiban nya sebagai seorang istri dan ibu. Yup ^^ di tangan ibulah lahir generasi yang cerdas dan bermoral. Itu semua berada di pundak kartini-kartini Indonesia. Lalu siapkah kartini masa kini menjadi ibu yang melahirkan seorang pahlawan bagi bangsa???

Wanita Jangan “Katro”
Mungkin terdengar agak kasar, “wanita jangan katro”, tapi inilah yang seharusnya dipikirkan oleh seluruh wanita di Indonesia menurutku. Sebagai seorang pendidik bagi keluarga, dan juga sebagai pilar bangsa ini. Wanita Indonesia harus cerdas dan bermoral. Cerdas dalam segala lini kehidupan. Seperti RA.Kartini yang menuangkan ide-idenya membuat sekolah wanita, menulis buku, bahkan berkorespondensi dengan teman-teman beda Negara. Dan ini membuktikan bahwa kartini cerdas dan “gx katro”.

Dan sebagai kartini di era digital saat ini, wanita sering diidentikkan “kurang melek teknologi” , padahal wanita mempunyai multi job, dan tentunya dengan teknologi wanita dapat terus mengembangkan pengetahuannya, dan bahkan berkesempatan untuk mencari nafkah. Banyak wanita hebat yang sukses dalam bidang teknologi seperti Tri Mumpuni, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka). Nama Tri Mumpuni benar-benar memberikan sinar harapan bagi Indonesia. Bersama suaminya, Iskandar Budisaroso Kuntoadji, wanita yang lahir tanggal 6 Agustus 1964 telah membangun beberapa pembangkit listrik mini bertenaga air di Indonesia. Sudah 60 lokasi mereka terangi dengan listrik. Nama Tri Mumpuni bahkan disebut Obama dalam kesempatan pertemuan para wirausaha dari negara-negara muslim, termasuk 9 wirausahawan dari Indonesia di Gedung Putih pada tanggal 26 April 2010 lalu. Atau tokoh luar seperti Carol Bartz, CEO Yahoo. Menjadi CEO dari perusahaan sekelas Yahoo bukanlah perkara mudah, akan tetapi Carol Bartz berhasil membuktikan diri bahwa mengelola situs dengan pengunjung ketiga terbanyak di dunia ini dapat dilakukannya dengan baik. Tidak mengherankan bahwa dengan keberhasilannya ini Bartz dinobatkan oleh Forbes sebagai wanita paling berpengaruh nomer 42 di dunia. ^^

Mungkin kita sebagai wanita berpikir impian itu terlalu muluk. Tapi kartini era digital saat ini bisa kok^^ asal mau memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya  seperti yang saya singgung tadi kartini “jangan katro”. Teknologi dan informasi harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Menjadi Perempuan berwawasan dengan Teknologi dan Informasi
Apa yang tidak bisa dicari dengan teknologi, contohnya saja internet, internet bisa diibaratkan sebagai buku resep bagi ibu-ibu, kamus berjalan, referensi digital dan semuanya ada, jika perempuan Indonesia memanfaatkannya secara maksimal. Tentu saja, wawasan akan bertambah dan terutama ibu-ibu gx akan ketinggalan berita kalau anak-anaknya sibuk dengan facebook atau twitter, sehingga bisa memberikan pengertian pada anak-anak mereka untuk hati-hati dalam berteknologi^^

Menjadi Perempuan Kreatif
Seperti halnya lomba yang diadakan xl dan Indonesia berprestasi, nyatanya telah membuka peluang bagi semua orang terutama wanita dalam menunjukkan potensinya. Potensi menulis dan berkreatifitas. Lewat blog wanita utamanya bisa menuangkan ide-ide yang mungkin selama ini terpendam  mungkin suatu saat dengan media blog, itu akan menjadi ladang kita untuk berkiprah sebagai penulis.^^ jadi kemudahan-kemudahan saat ini harusnya membuat perempuan Indonesia lebih cerdas dan kreatif^^

Masih banyak hal yang bisa dilakukan perempuan Indonesia dengan segala kemudahan teknologi dan informasi saat ini. ^^ dan tentunya tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang ibu, istri dan pendidik bagi keluarganya ♥

Selamat Hari Kartini^^
semoga Kartini Digital Indonesia, bisa menjadi pribadi yang cerdas, kreatif tapi tetap mengerti kodratnya sebagai seorang Wanita :)


*puisi yang digaris miring, merupakan puisi penulis sendiri berjudul Membaca Biografi Kartini ^^

16 comments :

  1. Assalamu'alaikum Non Chika,
    di mata pakies, non Chika termasuk salah satu kartini masa kini. Kenapa, perjalanan silaturrahim yang membuat saya menyimpulkannya. Karya demi karya telah mengalir entah itu puisi, cerpen ato segala pernak-pernik unik buah karya yang tidak semua orang mampu mengekspresikannya.

    Dan wanita inspiratif selain Ibu kartini adalah Sahabiyah sekaligus isti Rasulullah SAW yaitu Siti Aisyah ra, karena beliau adalah ahli strategi, ahli dakwah, ahli tafsir, ahli hadist, dan seorang istri yang merupakan teladan bagi wanita di masa lalu dan masa kini

    ReplyDelete
  2. Met pagi Chika :P

    Hem... aku setuju Chik, klo untuk urusan kerja sih, selama tanggung jawab gak terabaikan sih gpp... toh wanita juga bisa berkontribusi di bidangnya masing2 kan hhe...

    Klo untuk Teknologi, aku setuju sama Sista Ayu dipostingannya dia tahun lalu, klo Wanita Indonesia khususnya yg tinggal di pelosok (bukan Kota besar kaya Ibukota provinsi)itu sebagian besar emank masih agak katro dibidang teknologi, contoh Simplenya boro-boro tau E-mail itu apa, tau fungsi komputer aja kayanya cuma buat ngetik ...

    Semoga Hari kartini gak cuma diperingati secara Seremonial... :P

    Selamat Hari kartini :)

    ReplyDelete
  3. pertanyaannya, bagaimana mewujudkan harapan kita akan kemunculan kartini digital yang cerdas, kreatif dan jangan lupa, berakhlak mulia?

    ReplyDelete
  4. wah, chika, setuju banget kalo ibu rumah tangga itu pekerjaan tehebat. meski punya karir lain tp wanita tetaplah ibu rumah tangga yg menjadi madrasah pertama bagi anaknya

    ReplyDelete
  5. setuju juga dengan Nova....

    Selamat hari kartini juga yah cika, jd bangga jd wanita indonesia,

    ReplyDelete
  6. Waaahhh ikutan juga..

    Suka sama bagian ini >> semoga Kartini Digital Indonesia, bisa menjadi pribadi yang cerdas, kreatif tapi tetap mengerti kodratnya sebagai seorang Wanita :)

    ReplyDelete
  7. semoga tidak ada lagi pembeda2an antara laki2 dan perempuan..

    salam kenal mbak chika, dan salam follow..

    ReplyDelete
  8. tulisan kali ini inspiratif banget nih buat kaum ibu. coba pada baca tuh ibu-ibu kantoran yang lebih sibuk ngurusin tumpukan kertas dari pada mandiin anaknya atau ngelayanin suaminya. :P

    ReplyDelete
  9. Keberhasila seorang suami pasti ada sang istri yang hebat di belakangnya.

    Yang penting wanita tidak lari dari kodratnya....saya pekerja, juga ibu rumah tangga...segala urusan saya yg mengatur..alhamdullilah sampai saat ini keluhan saya paling..Ayah bantu nyiram bunga dong.

    ReplyDelete
  10. Siapa bilang wanita ga melek teknologi? gak juga ya:) aku ibu rt aja maunya belajar teknologi terus hihihi gaya bener ya

    ReplyDelete
  11. setuju wanita walaupun derajatnya sudah sejajar dengan pria, tapi tidak boleh melupakan kodratnya sebagai wanita dan kewajiban2nya sebagai seorang wanita. Semoga wanita Indonesia bisa menjadi wanita2 yang hebat

    ReplyDelete
  12. soal derajat, aku rasa sebetulnya laki-laki memang diciptakan duluan trus wanita dari tulang rusuk. laki-laki yang punya hati akan sangat menghargai wanita. bagaimanapun juga laki-laki punya kelebihan dari segi fisik. tugas laki-laki adalah melindungi wanita, seharusnya begitu...

    ReplyDelete
  13. Aku datang...

    Pa kabar Dik Kartini dari Bumei Raflesia???

    Emansipasi wanita memang terkadang masih bias... ada yg tau batasnya dengan tidak menyalahi kodrat sebagai wanita, tapi ada juga yang kebablasan sampai menyerupai laki-laki dalam beraktivitas.. hmmm...

    Wanita adalah makhluk yang mulia, karena wanita memiliki kelembutan yang tidak dimiliki oleh kaum laki2... karena itu...seperti kata dik Chika... ayo.. kita menjadi katini digital..hehehe

    ReplyDelete
  14. setuju, boleh saja wanita bekerja namun tidak lupa akan kodratnya sebagai perempuan, istri untuk suami, ibu buat anaknya :)

    ReplyDelete